Efisiensi: Bus yang Kecelakaan di Cipali Bukan Armada Kami

Efisiensi: Bus yang Kecelakaan di Cipali Bukan Armada Kami

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 03 Nov 2016 14:39 WIB
Efisiensi: Bus yang Kecelakaan di Cipali Bukan Armada Kami
Foto: Kecelakaan di Cipali/ IST
Jakarta - Bus yang kecelakaan di Tol Cipali dan mengangkut rombongan pendemo dugaan penistaan agama pada (4/11/2016) bukan dari PT Efisiensi Putra Utama, owner brand bus Efisiensi. Bus dengan nopol AA 1600 G bukan milik PT Efisiensi Putra Utama.

"Kita mengklarifikasi bahwa bus yang kecelakaan di Cipali bukan bus kita. Kita tidak punya unit bus dengan pelat nomor yang dicantumkan yakni AA 1600 G, tidak pernah ada," ujar Wahyu Dani, Finance Manager PT Efisiensi Putra Utama, owner brand bus Efisiensi, ketika berbincang, Kamis (3/11/2016).

Menurut Wahyu, bahkan ada bus dengan nopol AA 1600 GW berdasarkan pelacakan, juga bukan milik PT Efisiensi Putra Utama. Pihaknya tidak menjalankan unit bus jurusan Solo-Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Trayek kami bus umum yang sedang berjalan Cilacap-Yogyakarta PP, Purwokerto-Yogyakarta PP, dan Purbalingga-Yogyakarta PP," ucap dia.

Bahkan, pihaknya juga sudah melacak bus Efisiensi yang dicarter dari Solo ke Jakarta untuk mengikuti demo. Setelah pelacakan, tidak ada bus Efisiensi yang digunakan untuk mengikuti demo.

Motif atau warna bus PT Efisiensi, lanjut dia berwarna cerah. Ada kemungkinan jika nama Efisiensi tercantum di bus yang kecelakaan tersebut, kemungkinan unit bus tersebut dijual ke pihak lain.

"Jadi sama sekali kita tidak ada hubungannya dengan demo," kata Wahyu.

Sebelumnya Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, hari ini menyebutkan kecelakaan di Tol Cipali KM 115 pagi ini melibatkan bus Efisiensi dengan nopol AA 1600 G dan truk pengangkut pasir F 8796 GE. Kejadian bermula ketika bus yang melaju dari Palimanan menuju Cikopo, menabrak truk yang mendadak berpindah dari lajur lambat ke lajur cepat.

Satu penumpang bus tewas dan belasan orang lainnya luka-luka akibat insiden tersebut. Yusri menyebutkan 62 penumpang bus itu tidak semuanya pendemo yang hendak ke Jakarta. "30 orang penumpang umum dan 32 orang pedemo," ucap Yusri usai acara Apel Kebangsaan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung.

(nwy/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads