"Hal ini menyangkut penanganan pencemaran laut dan keselamatan kapal," kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Rudianna dalam acara Ditjen Hubla- MPA Singapura Training MoU di Kuta, Bali, Kamis (3/11/2016).
Penandatanganan MoU itu dilakukan antara Dirjen Hubla Tonny Budiono dengan Deputi Direktur MPA Singapura Benjamin Wong. Isi MoU ini antara lain peningkatan kapasitas SDM Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudianna menyatakan kerja sama ini akan ditekankan pada peningkatan kualitas SDM Indonesia. Hal ini untuk menekan angka kecelakaan kapal atau pencemaran laut.
"Kalau pencemaran di Indonesia, untuk saat ini polusi belum sampai sangat riskan merusak lingkungan," ujar Rudianna.
"Indonesia kan luas, apa yang diatur oleh International Maritime Organization itu belum semua diterapkan. Makanya kita bisa adopsi dari Singapura," tambahnya.
MoU ini akan berlaku selama tiga tahun, atau berakhir pada 26 Juli 2018. Pelaksanaan peningkatan SDM melalui pelatihan dan workshop di beragam bidang kemaritiman. (vid/trw)











































