Ahok menjenguk korban yang diketahui bernama Dayat itu di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia mengatakan kondisi korban saat ini tidak menghawatirkan dan dapat segera kembali pulang.
"Hasil scan-nya tidak begitu menghawatirkan, besok bisa pulang. Dia (korban) dikeroyok 12 orang. Dia diteriakin Ketua RT. Yang gebukin bukan orang kampung dia," ujar Ahok di RS Siloam, Kamis (3/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu saya pergi, rombongan (sekelompok orang demo) enggak terima. Saya kira ini penganiayaan. Ada video lengkap. Kita tidak boleh takut premanisme," kata Ahok.
"Tim kita akan melaporkan. Tim kampanye yang akan tanggung (biaya pengobatan korban)," lanjutnya.
Sebelumnya, saat blusukan di wilayah Rawa Belong, Kebon Jeruk, sekelompok orang tiba-tiba saja berteriak keras memanggil dan mengumpat Ahok. Para petugas keamanan pun langsung bertindak.
"Allahu Akbar! Allahu Akbar! Ahok ngapain lu ke sini," teriak sekelompok orang membawa spanduk bertuliskan 'Ahok Dajjal'.
Ahok sempat menoleh sebentar ke arah pendemo tersebut. Namun salah satu staf timsesnya berujar,"Sudah jangan panik. Jalan saja pak."
Ahok akhirnya berjalan dengan pengawalan polisi. Namun ketegangan kembali terjadi saat sekelompok orang itu mengejar Ahok. Petugas kepolisian pun langsung beraksi. Ahok langsung berjalan cepat menyusuri jalan kecil.
Begitu sampai di jalan besar, salah satu staf timses memberhentikan angkutan umum yakni Mikrolet M 24. Ahok beserta ajudan, timses dan petugas kepolisian langsung masuk ke dalam Mikrolet.
(nkn/miq)











































