Ahok tiba di Gang Langgar II, Pejaten Timur sekitar pukul 08.45 WIB. Ia mendapat pengawalan sekitar 55 personil kepolisian saat blusukan. Ahok menyapa warga sekitar dan bersalaman. Beberapa kali ia juga berfoto bersama warga dengan gaya salam dua jari.
Ahok kembali berjalan menyusuri Gang Langgar yang beberapa kali terkena banjir. Ia sempat berkomunikasi dengan seorang ibu yang merupakan warga setempat untuk menanyakan apakah banjir masih sering terjadi di wilayah tersebut. Sebab, wilayah Gang Langgar dilintasi langsung oleh Kali Ciliwung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu meter pak. Dulu banjir juga, cuma masuk dikit saja. Sekarang lebih tinggi," jawab ibu tersebut.
Foto: Niken Purnamasari/detikcomAhok di Pejaten Timur |
Kemudian Ahok menjelaskan kepada ibu tersebut bahwa normalisasi di wilayah tersebut belum normal. Ia menjanjikan akan segera melakukan normalisasi selepas ia cuti nanti.
Usai menemui warga di bantaran kali, Ahok kembali berjalan menyusuri Gang Langgar. Sempat ada ketegangan saat seorang pemuda menanyakan soal kasus dugaan penistaan agama. Namun, cagub petahana itu menjawab setenang mungkin dan beberapa orang warga juga berusaha untuk menghentikan pertanyaan pemuda tersebut.
"Pak Ahok, bagaimana soal penistaan agama itu?" tanya seorang pemuda dengan nada emosi.
"Kita enggak ada penistaan agama. Keluarga saya ada yang muslim. Enggak mungkin saya menistakan agama," jawab Ahok tenang sambil meredam emosi.
Foto: Niken Purnamasari/detikcomAhok di Pejaten Timur |
Ia pun akhirnya berlalu meninggalkan pemuda itu dan kembali masuk ke gang kecil di RW 08 Pejaten Timur itu. Saat sampai di gang, ia menyalami warga dan menyapa salah seorang ibu yang baru saja operasi katarak.
"Ibu baru selesai operasi katarak ya? Bagus hasilnya? Pakai BPJS enggak?" Tanya Ahok.
Ibu tersebut menjawab,"Pakai pak." Usai itu, ibu tersebut meminta kepada Ahok untuk membantu PAUD yang ada di Gang Langgar dari segi pembiayaan fasilitas. Ahok pun menyanggupi dan berjanji akan menyelesaikan selepasnia cuti kampanye nanti.
"Ibu kirim surat ke Balai Kota. Tunggu saya habis cuti. Nanti kita bantu," kata Ahok.
Tepat di seberang rumah ibu tersebut, sudah banyak ibu-ibu lainnya yang menggendong anak mereka dengan dengan usia di bawah lima tahun. Mereka secara bergantian ingin Ahok menggendong anak mereka.
Foto: Niken Purnamasari/detikcomAhok di Pejaten Timur |
Beberapa anak tampak menangis saat digendong Ahok. Gestur Ahok saat menggendong mereka layaknya bapak tengah menggendong anaknya.
"Jangan ngompol ya. Jangan lupa vaksin dan rajin sekolah nanti," kata Ahok sambil mengayun-ayun anak tersebut.
Setiap kali Ahok meladeni permintaan untuk menggendong anak warga, ia selalu menanyakan apakah anak tersebut sudah divaksin. Ia meminta kepada para ibu agar rajin untuk mengontrol soal vaksin anak mereka dan dapat melakukannya di vaksin puskesmas terdekat.
"Jangan lupa untuk vaksin. Kasihan anak ibu kalau tidak vaksin. Di Puskesmas sekarang sudah ada," ucap Ahok.
Selepas itu, Ahok kembali berjalan keluar Gang Langgar. Warga pun sudah ramai menanti Ahok untuk kembali berfoto dan memintanya menggendong anak mereka.
(nkn/imk)












































Foto: Niken Purnamasari/detikcom
Foto: Niken Purnamasari/detikcom
Foto: Niken Purnamasari/detikcom