Nias Masih Kesulitan Air Bersih, Pipa PDAM Dijebol
Senin, 04 Apr 2005 02:32 WIB
Nias -
Sulitnya mendapat pasokan air bersih membuat warga Nias berinisiatif menjebol pipa PDAM. Karena lokasinya dekat parit, air pun agak tercemar.Hal ini terlihat di jalan Pancasila, Nias yang merupakan pusat perkantoran pemerintahan. Kantor Bupati Nias yang termasuk terbesar dihuni sekitar 300 pengungsi dari berbagai tempat.Namun fasilitas air bersih tidak ada. Memang ada mobil tangki air yang keliling Nias. Tapi masalahnya tidak ada wadah untuk menampung air.Pipa PDAM Tirtanadi cabang Nias rusak semua dan patah-patah. Pipa biasanya berada di samping parit. Atas inisiatif para pengungsi, juga dibantu relawan, aspal jalan pun dikerok dan pipa dijebol. Walhasil air muncrat dan tergenang.Lagi-lagi air diperoleh. Namun lagi-lagi pula warga tidak memiliki wadah yang memadai untuk menampung air. Padahal air dari pipa terus mengalir. Semula air itu demikian jernih. Tapi karena posisinya di samping parit, air bersih itu pun terkontaminasi dengan air parit.Sampah buangan para pengungsi juga menumpuk di parit. Tapi karena sumber air hanya satu, para pengungsi terpaksa mengggunakan itu untuk mandi. Kalau terpaksa sekali, ya diminum. Beberapa warga yang cerdik menggunakan botol air mineral yang dibelah dua untuk jadi wadah air. Beruntung bagi warga yang memiliki jerigen air.Olizaro Halawa (30) ayah satu anak asal Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan mengaku pasrah dengan kondisi air dan tetap menampungnya dengan beberapa jerigen kecil."Airnya saya saring dulu dengan alat kadarnya. Sampah-sampah juga dipisahkan dulu. Semoga jangan sampai keruh karena kena guncangan," kata pria yang berjalan kaki hampir 20 km dari rumahnya ke Kantor Bupati Nias.Dinas Pekerjaan Umum memang sudah beberapa kali membawa tangki air bersih, dan sudah berjalan di beberapa lokasi. Tapi upaya itu belum maksimal dirasakan para korban gempa yang selamat tersebut.
(sss/)










































