3 Tahun Perumahan Warga Pekanbaru Tidak Ada Listrik

3 Tahun Perumahan Warga Pekanbaru Tidak Ada Listrik

- detikNews
Minggu, 03 Apr 2005 23:53 WIB
Pekanbaru - Lebih dari 3 tahun, perumahan Permata Bunda di Pekanbaru belum juga tersambung aliran listrik. Warga sudah bolak-balik protes ke pihak developer. Namun kendalanya ada pada PLN Cabang Pekanbaru yang hingga kini mengklaim masih kekurangan daya.Inilah nasib sekitar 250 kepala keluarga yang menempati perumahan Permata Bunda, Jl Taman Karya, Kecamatan Panam, Pekanbaru. Sudah tiga tahun mereka menempati rumah dengan tipe 36 itu, namun hingga saat ini perumahan sederhana itu belum juga terpasang aliran listrik.Para konsumen bukan berarti tidak pernah komplain kepada pihak pengembang PT Ceraka Bangun Indo. Malah, tidak jarang terjadi perang mulut antara konsumen dengan pihak developer. Tapi pihak pengembang selalu berdalih pihaknya sudah mengurus ke PLN Pekanbaru."Kita tidak bisa berbuat banyak. Setiap kali kita tanyakan masalah listrik, pengembang selalu mengatakan PLN Pekanbaru belum bisa menyambung karena terbatasnya daya listrik," keluh Hadi Ismanto pemilik rumah di Blok F No 4 kepada detikcom, Minggu (3/4/2005) di Pekanbaru.Menurut Anto, dengan tidak adanya sambungan arus listrik di komplek perumahannya itu, sebagian warga terpaksa melakukan penyambungan secara ilegal ke sejumlah rumah warga yang telah terpasang arus listrik. Namun tidak semua warga di perumahan itu yang bisa mendapatkan sambungan ilegal. Sebagian besar, setiap malam warga terpaksa menggunakan lampu senter atau lilin untuk menerangi rumah mereka."Kami sangat berharap kiranya pemerintah daerah dapat memikirkan krisis listrik yang berkepanjangan ini. Sebenarnya saya ini terpaksa tinggal di perumahan yang tidak ada listrik ketimbang harus mengontrak rumah," kata Hadi Ismanto.Ketua YLKI Riau, Andreas Heri Khahurifan kepada detikcom mengatakan, masalah kekurangan daya listrik di Riau sebanarnya sudah masuk dalam kategori krisis. Ini sudah dirasakan lebih dari 7 tahun silam. Pemerintah Provinsi Riau tidak mampu mengatasi keluhan warganya yang sangat ingin mendapatkan listrik."Kita sudah banyak menampung keluhan warga di Pekanbaru ini yang belum terpasang sambungan listrik. Sedangkan PLN dan pemerintah daerah terkesan mengabaikan keluhan warga," kata Andreas.Alternatif untuk mengatasi krisis listrik ini, katanya, pemerintah daerah harus segara melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk menambang daya dari kekurangan yang ada saat ini. Hal itu terpaksa dilakukan karena hingga saat ini masalah listrik masih dimonopoli PLN."Pemerintah daerah harus mendesak pemerintah pusat untuk segara menambah daya energi listrik di Riau. Bila tidak, maka krisis listrik ini akan terus berlangsung tanpa ada batas yang jelas. Rakyat sangat dirugikan," tukas Andreas.Ungkapan senaga juga dilontarkan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Cabang Riau Kampriwoto. Menurutnya, permasalahan yang paling mendasar yang dirasakan pihak developer dalam menanamkan investasinya di Pekanbaru selalu tersandung masalah listrik. Saat ini, REI Riau mencatat lebih dari 500 perumahan yang mereka bangun, lebih dari 2 tahun belum juga terpasang listrik."Kita sudah bolak-balik mendesak PLN agar segara menambah daya listrik. Namun hingga saat ini apa yang kita harapkan bersama konsumen belum terjawab juga. Kami juga prihatin atas konsumen kami yang menempati rumah tanpa ada listrik," keluh Kampriwoto. (sss/)


Berita Terkait