Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, Luhut: Setelah Bersaing Mereka Jadi Satu

Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, Luhut: Setelah Bersaing Mereka Jadi Satu

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 02 Nov 2016 18:03 WIB
Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, Luhut: Setelah Bersaing Mereka Jadi Satu
Foto: Twitter Pramono Anung @pramonoanung
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut menemani Presiden Joko Widodo saat menemui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor.

Luhut mengaku dirinya diminta oleh Jokowi untuk mengatur pertemuan tersebut. Bahkan pertemuan sudah dirancang sejak lama.

"Itu sebenarnya hanya Presiden punya janji dengan Pak Prabowo di Kertanegara tahun 2014 lalu, ya untuk berkunjung ke Hambalang. Sudah lama dia rancang-rancang, tiba-tiba teringat, terus Presiden minta saya ngaturin karena beliau tahu saya dengan Prabowo kenal baik," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).

Selama dua jam pertemuan berlangsung, pembicaraan kedua orang yang pernah bersaing di Pilpres 2014 lalu itu menurut Luhut sangat cair.

"Banyak ketawa-ketawa mengenai lucu-lucu lah. Tapi saya pikir satu pesan yang jelas, bahwa pemimpin itu boleh saja bersaing, tapi kalau sudah selesai membangun negara, mereka menjadi satu," kata Luhut.

"Nah itu saya pkir salah satu kehebatan Pak Prabowo sebagai seorang yang menjadi kompetitornya Pak Jokowi tapi pada waktunya begitu bicara masalah NKRI, Pak Prabowo tuh tidak lagi melihat masa lalu," imbuh mantan Menko Polhukam ini.

Selain itu, dalam pertemuan Prabowo banyak memberi masukan kepada Jokowi. Poin utama yang dibahas Prabowo terkait dengan keamanan.

"Kemudian memberikan juga beberapa pendapat soal ekonomi yang kebetulan saya lihat in-line dengan policynya Pak Presiden," katanya.

Luhut juga menjelaskan, dalam pertemuan itu Jokowi dan Prabowo juga membahas soal rencana aksi unjuk rasa pada 4 November 2016 nanti, yang akan dilakukan oleh massa dari sejumlah ormas Islam.

"Memang disinggung mengenai tanggal 4. Tapi itu saya lihat tidak terlalu detail. Intinya adalah kita ingin mau semua demokrasi jalan dengan baik. Jadi demonstrasi itu adalah hak konstitusi setiap Warga Negara, tapi harus bertanggung jawab. Artinya jangan sampai terjadi huru-hara dan hal yang tidak baik. Karena itu akan merusak kredibilitas bangsa ini," kata Luhut.



(jor/fdn)


Berita Terkait