Paus Tinggalkan Wasiat, akan Dibacakan Saat Pemakaman
Minggu, 03 Apr 2005 21:01 WIB
Jakarta -
Sebelum meninggal, rupanya Paus Yohanes Paulus II sempat menulis testamen alias wasiat. Namun isi wasiat itu baru akan dibacakan saat jenazah Paus dimakamkan."Sebelum meninggal, Paus telah menulis testamen, dan testamen itu akan dibacakan dalam upacara pemakaman," kata Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Rijadi Darmaatmadja.Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers usai acara Misa Requiem (penghormatan) untuk almarhum Paus di teras ruangan keuskupan di samping Gereja Katedral jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, pukul 19.00 WIB, Minggu (3/4/2005).Apa mungkin dalam testamen itu Paus merekomendasikan penggantinya? "Tidak mungkin. Karena seorang Paus tidak boleh memilih Paus," tegas Kardinal Atmadja.Dia mengaku mengetahui Paus telah wafat saat dibangunkan sekitar pukul 03.00 WIB. Paus wafat di kediamannya di Vatikan pada Sabtu malam pukul 21.37 waktu setempat, atau Minggu dinihari pukul 02.37 WIB.Ditanya mengenai kansnya untuk menjadi Paus, Kardinal enggan memberikan komentar. Sekadar tahu, syarat untuk menjadi Paus adalah kardinal yang usianya di bawah 80 tahun. Sedangkan Kardinal Atmadja berusia 70 tahun sehingga punya hak untuk dipilih."Saya tidak tahu. Menjadi Paus tidak ada kandidat-kandidatan, dan untuk memilih Paus tidak boleh direncanakan sebelum Paus meninggal," urainya.Paus seperti apa yang bakal terpilih? "Paus yang hebat adalah yang seperti beliau ini. Kalau bisa, seperti dia. Tapi apa ada seperti dia," ucap pria yang juga menjabat Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.Mengenai keikutsertaannya pergi ke Vatikan untuk mengikuti upacara pemakaman Paus, menurutnya hal itu masih tergantung pada pemerintah. Diakuinya hal itu sudah direncanakan, namun dirinya belum mendapat konfirmasi."Itu tergantung pemerintah. Tapi saya termasuk dalam daftar kelompok yang akan ikut ke Vatikan. Presiden merasa harus pergi ke sana sebagai bentuk penghormatan. Secara pribadi, saya belum dikonfirmasi. Kapan akan berangkatnya belum bisa dipastikan dan dikonfirmasi, tapi sudah direncanakan," kata Kardinal Atmadja.Sementara usai Misa Requiem, ribuan jemaat yang memadati Gereja Katedral menyalami dan mencium tangan Kardinal Atmadja. Para jemaat kemudian bubar dengan tertib.Mereka pun antre dengan tenang saat mengeluarkan kendaraan bermotornya dari parkiran. Pukul 20.00 WIB, gereja sudah sepi dan arus lalu lintas yang sebelumnya padat sudah lancar.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































