"Mudah-mudahan bulan ini (bebas)," kata Ryamizard saat disinggung soal pembebasan kedua sandera di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).
Ryamizard menyebut perlu komunikasi dan strategi dalam upaya pembebasan sandera. Sehingga tidak ada yang menjadi korban dalam upaya pembebasan kedua sandera tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang di sana (kelompok Abu Sayyaf di Filipina, -red) mau cari selamat juga. Salah-salah ditembak (sanderanya), makanya komunikasi jalan terus," lanjutnya.
Sebelumnya, 3 WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf sudah diserahterimakan kepada keluarga oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 7 Oktober 2016. Sehingga masih tersisa 2 sandera lagi yang masih ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.
Mereka menjadi korban perompakan kapal TB Charles pada 20 Juni 2016. Dari 13 ABK, 7 ABK diculik dan disandera oleh 2 faksi Abu Sayyaf yang berbeda. Hingga saat ini, sudah 5 ABK yang berhasil dibebaskan. (bis/bag)











































