Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot Virgie Baker mempertanyakan program Agus tersebut. "Pertanyaan kritis dari wacana yang terkesan bombastis itu adalah apakah sudah ada pemetaan tempat pohon itu ditanam?" kata Virgie kepada wartawan, Rabu (2/11/2016).
"Buat program jangan hanya bombastisnya, tetapi perlu memikirkan bagaimana menerapkannya," tambah Virgie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah ini dipandang belum cukup dan Ahok masih akan membangun 200 RPTRA sampai akhir tahun 2017 nanti. "Sebagai kota yang terus tumbuh dan membangun, pertambahan ruang publik merupakan kebutuhan warga Jakarta agar bisa bersosialisasi," kata dia.
Politikus NasDem ini menambahkan, selain menjadi ruang sosialisasi warga kota, RPTRA juga dapat menjadi tempat warga berkreativitas dan berolah raga. Ruang kreativitas dan olah raga ini dipandang akan menjauhkan para generasi muda dari pengaruh buruk narkoba dan sejenisnya.
"RPTRA bisa menjadi ruang bersama warga untuk bersosliasasi yang setiap hari sibuk bekerja dan rentan stres. Manfaat lain RPTRA tentu pohonnya yang berfungsi sebagai penyerap karbon penyebab polusi udara. Tingkat polusi udara Jakarta salah satu yang paling parah di kota besar dunia," imbuhnya.
Virgie pun menilai pesaing Ahok hanya bisa membuat program yang bombastis dan bikin heboh. "Program-program dari pesaing Ahok hanya berkisar pada dua hal, kalau nggak meningkatkan apa yang sudah dilakukan oleh Ahok, ya bikin yang heboh, padahal itu tidak terukur," tutup Virgie. (erd/tor)











































