Tanpa senjata api, tongkat atau tameng, ratusan personel Brimob berpeci dan bersorban ini akan diturunkan ketika massa sudah anarkis. Apa yang akan mereka perbuat tanpa persenjataan?
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, ratusan polisi bersorban itu yang akan berhadapan untuk menurunkan tensi massa ketika mulai melakukan tindakan anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Verdianto mengatakan, 500 personel tersebut merupakan pasukan gabungan dari Brimob Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.
Ia mengatakan, pengerahan polisi bersorban dan berpeci putih ini merupakan salah satu upaya polisi dalam pengamanan demo yang humanis.
"Ya itu kan cara-cara humanis, kami kedepankan upaya persuasif untuk mengawal dan mengamankan demo nanti," ujar Verdianto.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, pihaknya akan mengedepankan cara-cara humanis untuk mengawal massa demo.
"Kami akan melayani dengan humanis, di depan kita layani dengan Polwan, kita akan siapkan juga makanan-minuman untuk mem-back up mereka," ujar Iriawan di Polda Metro Jaya usai menerima kunjungan Plt Gubernur DKI Sumarsono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (1/11) kemarin.
Ia juga menegaskan, tidak ada personel yang dipersenjatai dengan senjata api berpeluru tajam. "Kita pastikan tidak ada yang bawa senjata tajam, kemudian peluru tajam juga untuk aparat keamanan," tegas Iriawan. (mei/bag)











































