Jokowi Bertemu Ulama, Seskab: Kesejukan itu Sangat Penting

Jokowi Bertemu Ulama, Seskab: Kesejukan itu Sangat Penting

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 02 Nov 2016 13:54 WIB
Jokowi Bertemu Ulama, Seskab: Kesejukan itu Sangat Penting
Jokowi saat menerima para ulama di Istana. Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah ulama dari tiga organisasi Islam besar di Indonesia ke Istana Kepresidenan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pertemuan itu wajar, terlebih untuk menciptakan situasi yang sejuk.

Para ulama yang diundang Jokowi berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah isu terkini, termasuk jelang aksi unjuk rasa pada 4 November 2016 nanti.

"Presiden menemui siapa saja, namanya juga Presiden, bisa bertemu siapa saja. Karena memang kesejukan, kenyamanan," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).

Apalagi, lanjut Pramono Anung, situasi ekonomi Indonesia saat ini mulai bergerak ke arah yang baik, di saat perekonomian dunia mengalami pelambatan.

"Kalau kemudian ada gangguan keamanan di internal, ini yang rugi bukan hanya pemerintah tapi kita semua. Maka kesejukan jadi sangat penting dalam konteks ini," katanya.

Ditegaskan Pramono Anung, pihak Istana Kepresidenan memang bersikap terbuka dalam menerima siapapun yang ingin bertemu Presiden. "Kan tidak berubah dalam apa yang dilakukan istana, semuanya juga diterima Presiden. Semuanya juga enggak ada yang luar biasa. Karena PBNU, Muhammadiyah, MUI, PGRI, biasa Presiden menerima itu," katanya.

Termasuk bertemu dengan ormas Front Pembela Islam (FPI) seperti yang diusulkan oleh pihak Muhammadiyah?

"Siapa yang mewajibkan untuk mengundang?" kata Pramono.

Untuk diketahui, FPI merupakan salah satu ormas yang menjadi peserta aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada 4 November mendatang, terkait dengan dugaan penistaan yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Pokoknya besok sejuk-sejuk saja," kata Pramono. (jor/bag)


Berita Terkait