Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Virgie Baker mengatakan bahwa, 'Kampanye Rakyat' ini merupakan murni partisipasi rakyat untuk mendukung pasangan calon Ahok-Djarot. "Ini merupakan cerminan dari demokrasi sebenarnya, di mana rakyat bukan hanya memilih calon, akan tetapi juga ikut berpartisipasi membiayai kampanye,' kata Virgie dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/11/2016).
"Demokrasi yang sesungguhnya itu adalah pada saat penggalangan dana ini. kita tidak ingin persoalan demokrasi menciptakan pemimpin yang tersandera oleh kepentingan para konglomerat, terjadi pada Ahok-Djarot. Makanya penggalangan dana ini dilakukan," tambah Virgie.
Foto: Istimewa |
Penggalangan dana kampanye Ahok-Djarot akan dimulai per 1 November 2016 dan akan berakhir pada pertengahan Desember 2016. Timses Ahok menargetkan bisa mengumpulkan dana senillai Rp 16 miliar dari Kampanye Rakyat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, melepas belenggu politik uang melalui pendanaan yang sepenuhnya dari dan untuk rakyat. Dan terakhir, ingin membuktikan bahwa rakyat Jakarta mampu berpartisipasi penuh dalam ajang pilkada.
Lewat penggalangan dana, Ahok-Djarot ingin mengajak partisipasi rakyat dalam pendanaan pilkada. Hal tersebut agar calon pemimpin yang maju ke pertarungan Pilgub DKI terlepas oleh ikatan siapa pun seperti pengusaha besar. Calon pemimpin harus terikat dengan rakyat
"Dia tidak boleh terikat atau memiliki utang jasa kepada salah seorang pengusaha besar, karena dia yang biayai semua kampanyenya," ucap Ace. (erd/van)












































Foto: Istimewa