Timses: Kami Tak Ingin Ahok-Djarot 'Tersandera' Konglomerat

Timses: Kami Tak Ingin Ahok-Djarot 'Tersandera' Konglomerat

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 02 Nov 2016 13:48 WIB
Timses: Kami Tak Ingin Ahok-Djarot Tersandera Konglomerat
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Tim pemenangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada Selasa (1/11/2016) kemarin meluncurkan penggalangan dana dalam bentuk 'Kampanye Rakyat'. Puluhan relawan dan anggota tim pemenangan hadir dalam launching yang dilakukan di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat itu.

Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Virgie Baker mengatakan bahwa, 'Kampanye Rakyat' ini merupakan murni partisipasi rakyat untuk mendukung pasangan calon Ahok-Djarot. "Ini merupakan cerminan dari demokrasi sebenarnya, di mana rakyat bukan hanya memilih calon, akan tetapi juga ikut berpartisipasi membiayai kampanye,' kata Virgie dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/11/2016).

"Demokrasi yang sesungguhnya itu adalah pada saat penggalangan dana ini. kita tidak ingin persoalan demokrasi menciptakan pemimpin yang tersandera oleh kepentingan para konglomerat, terjadi pada Ahok-Djarot. Makanya penggalangan dana ini dilakukan," tambah Virgie.

Timses: Kami Tak Ingin Ahok-Djarot 'Tersandera' Konglomerat Foto: Istimewa


Penggalangan dana kampanye Ahok-Djarot akan dimulai per 1 November 2016 dan akan berakhir pada pertengahan Desember 2016. Timses Ahok menargetkan bisa mengumpulkan dana senillai Rp 16 miliar dari Kampanye Rakyat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, ada empat fungsi penggalangan dana Kampanye Rakyat ini. Pertama, menjadikan warga sebagai pemeran utama dalam demokrasi dan pemerintahan. Kedua, menjalankan kampanye yang sepenuhnya terbuka dan transparan.

Ketiga, melepas belenggu politik uang melalui pendanaan yang sepenuhnya dari dan untuk rakyat. Dan terakhir, ingin membuktikan bahwa rakyat Jakarta mampu berpartisipasi penuh dalam ajang pilkada.

Lewat penggalangan dana, Ahok-Djarot ingin mengajak partisipasi rakyat dalam pendanaan pilkada. Hal tersebut agar calon pemimpin yang maju ke pertarungan Pilgub DKI terlepas oleh ikatan siapa pun seperti pengusaha besar. Calon pemimpin harus terikat dengan rakyat

"Dia tidak boleh terikat atau memiliki utang jasa kepada salah seorang pengusaha besar, karena dia yang biayai semua kampanyenya," ucap Ace. (erd/van)


Berita Terkait