Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengakui adanya upaya-upaya tersebut dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan polisi sudah melakukan tindakan terhadap kejadian itu.
"Kita juga melakukan tindakan itu, melakukan penurunan poster atau spanduk yang bernada provokatif," kata Awi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada di beberapa titik, kita sudah amankan, kemarin di tol beberapa kali dipasang spanduk provokatif," imbuh Awi.
Awi memastikan, pihaknya akan menindak pelaku. Namun, polisi sendiri sedikit kesulitan karena pelaku beum bisa teridentifikasi.
"Tapi kembali lagi, namanya juga pelaku yang tidak bertanggung jawab, mereka hit and run, mereka tidak bertanggungjawab, dia taruh, pasang kemudian dia lari," cetusnya.
Awi meminta masyarakat untuk memberikan informasi ke polisi apabila menemukan pelaku-pelaku seperti demikian. "Tentunya kita juga perlu sinergi dari masyarakat kalau mengetahui, memiliki data terkait hal tersebut mungkin foto atau video, sampaikan kepolisian, kita akan lacak dan tindak tegas," tegas Awi.
Selain spanduk provokatif yang disebutkan Awi, belakangan masyarakat juga diramaikan dengan beredarnya video seorang pelaku vandalisme yang mencorat-coret pagar tol di depan DPR dengan pilox merah bertuliskan 'Anti Cina'.
Artis Anya Dwinof pun mengunggah video yang menjadi viral itu ke akun twitternya @anyadwinov sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu (2/11/2016).
"Tertangkap video, pembuat coretan provokasi SARA di pagar Toll, depan gedung MPR/DPR-RI Senayan, Jkt- mohon ditindaklanjuti Pak/Bu Polisi..", tulis Anya dalam akun twitternya itu.
detikcom sempat mengecek tulisan tersebut di lokasi, Selasa (1/11) kemarin, namun tulisan itu sudah tidak ada. Yang tertinggal hanya tulisan 'Kembali ke UUD '45' berwarna biru. (mei/fjp)











































