SBY: Intelijen Harus Akurat, Jangan Ngawur dan Main Tuduh!

M Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 02 Nov 2016 10:41 WIB
SBY menggelar konferensi pers terkait isu terkini di kediamanya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016). (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkomentar terkait demo dugaan penistaan agama 4 November 2016. Dia meminta intelijen harus akurat dan tidak asal tuduh dengan pertemuan di luar pemerintah.

"Jangan kalau ada pertemuan politik yang dilakukan mereka di luar kekuasaan lantas dicurigai, intelijen harus akurat jangan berkembang menjadi intelijen yang ngawur dan main tuduh," ujar SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016).

Menurut SBY, sikap intelijen seperti itu tidak boleh hadir di Indonesia. Sebab Indonesia menganut negara demokrasi.

"Saya kira bukan intelijen yang seperti itu yang harus hadir di negeri ini. Kita ingin mereformasi tatanan budaya di era otoriter menjadi tata cara yang tepat dengan iklim di negara demokrasi," ucap Ketua Umum PD ini.

SBY menyebut pada Selasa (1/11/2016) bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto. SBY juga memantau pertemuan politik-politik jelang demo.

"Termasuk statement yang dikeluarkan tokoh-tokoh politik itu, saya memandang niatnya baik," kata SBY.

(nwy/van)