Sejak sebelum ditetapkan sebagai cawagub DKI oleh KPU, Sandiaga kerap melontarkan sindiran. Khususnya kepada Ahok sebagai gubernur petahana.
Terbaru, Sandiaga mengajak warga untuk tidak memilih nomor urut dua. Seperti diketahui pasangan nomor urut dua di Pilgub DKI adalah pasangan petahana, Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Sementara pasangan nomor urut satu adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Sandiaga sendiri bersama cagub Anies Baswedan mendapat nomor urut tiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan Sandiaga ini ditanggapi oleh Agus Yudhoyono yang diusung oleh empat partai. Putera sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu menjadikannya sebagai motivasi meski tidak mengerti apa yang mendasari Sandiaga menyebutnya tidak berpengalaman.
"Itu pendapat dia, sah sah saja. Saya dianggap tidak berpengalaman. Enggak apa-apa, saya pikir saya anggap semua itu sebagai lecutan untuk saya untuk menghadirkan sebuah perjuangan dengan kekuatan penuh," ujar Agus usai memberi pengarahan kepada relawan di IS Plaza, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (1/11/2016).
"Jadi saya pikir apa dasarnya seseorang mengatakan tidak berpengalaman? Pengalaman tidak dilihat dari usia. Usia muda justru membawa kreatifitas pemikiran visi yang baik untuk kemajuan," sambung mantan Komandan Batalyon 203/Arya Kemuning itu.
Jika serangan Sandiaga kepada Agus tampak biasa-biasa saja, peluru yang dilontarkan untuk Ahok cukup tajam. Politisi Gerindra tersebut secara terang-terangan bahkan meminta warga tidak memilih pasangan nomor dua. Namun Ahok enggan memberikan respons tajam.
"Bebas, namanya juga kampanye he he," ucap Ahok singkat di Posko Tim Pemenangan Ahok-Djarot Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016), saat dimintai tanggapan.
Pembelaan justru datang dari Timses Ahok. Warga Jakarta diminta untuk memilih bukan berdasarkan janji atau bujukan semata. Melainkan bukti dan rekam jejak seperti yang telah diberikan oleh Ahok-Djarot.
"Kita harapkan memilih itu didasarkan pada rasionalitas dan rekam jejak pasangan calon, kita tidak berharap pemilih itu memilih karena dibujuk-bujuk, dipaksa atau diharapkan oleh orang-orang tertentu," sebut Timses Ahok, Taufik Basari saat dihubungi, Selasa (2/11).
"Kita lihat semua masih abstrak konsepnya dari pasangan nomor urut 1 maupun nomor 3, jadi masih kita cari tahu konsepnya seperti apa, kalau nomor 2 kita sudah terbukti konsepnya jelas, sudah dilaksanakan," sambungnya. (elz/tor)











































