"Kita konkrit ini merupakan tonggak sejarah keterbukaan informasi itu dimulai di Jakarta dan demokrasi Indonesia menjadi panutan di seluruh dunia bahwa kita berkomitmen untuk keterbukaan informasi dan bebas maladministrasi. Mudah-mudahan kita punya pemerintahan yang lebih bersih, partisipasi, dan akuntanbel," kata Sandi di lokasi acara Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).
Menurut Sandi, sudah ada contoh sukses yang melakukan transparansi publik dengan baik seperti Kabupaten Batang dan Kota Surabaya. Nantinya, Anies Baswedan yang adalah pasangan duetnya di Pilgub DKI juga akan ikut memberikan tanda tangan sebagai bentuk komitmen untuk keterbukaan dan transparansi informasi publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Publikasi dana kampanye hanya kita satu-satunya yang melakukan. Jadi itu bukti bahwa tidak diharuskan oleh undang-undang tapi kita melakukannya, jadi kalau sudah menjadi tuntutan publik, maka kami akan buka informasinya," tambahnya.
Atas hal tersebut, dia megaku mendapat apresiasi bukan hanya oleh publik di Indonesia tapi juga di luar negeri. Nantinya apabila terpilih menjadi Wagub DKI, Sandi bersama Anies Baswedan memastikan akan menjaga kepercayaan dan menjamin kebutuhan masyarakat.
"Insya Allah kalau kami diberikan kepercayaan maka kami akan lakukan apa yang menjadi kebutuhan publik," tegas Sandi.
Sebelumnya, melalui data dari KPUD DKI tim Anies-Sandi diketahui melaporkan saldo awal kampanye pada tanggal 21 Oktober 2016 sebanyak Rp 50.000.000 sementara saldo akhir pada 24 Oktober 2016 adalah sebanyak Rp 58.730.000. Sandiaga juga pernah membuka dana yang dikeluarkan untuk kebutuhan jelang Pilgub DKI yang totalnya sudah habis Rp 29,3 miliar.
(nth/elz)











































