"Karena nanti kalau misalnya kita minta Rp 50 miliar, misalnya sudah tercapai sudah cukup ya kita setop," kata Ahok di Posko Tim Pemenangan Ahok-Djarot Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).
Ahok menambahkan, sebenarnya hampir tidak ada dana yang akan timnya keluarkan pada masa kampanye. Dirinya sudah mengingatkan kepada para partai pengusungnya, PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem, bila mau melatih para saksi menjelang hari pemilihan, harus menggunakan uang parpol bukan uang untuk kampanye. Mantan Bupati Belitung Timur tesebut juga menyebut, tidak akan membuat spanduk selama masa kampanye.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita enggak cetak spanduk. Kita enggak buat pertemuan-pertemuan yang keluar uang. Kalau dulu kan satu titik bisa Rp 5 juta, saya enggak mau," lanjutnya.
Blusukan, kata Ahok, dirinya tidak menargetkan harus ke mana akan menyapa warga. Alasannya, Ahok mengaku tidak mengeluarkan uang untuk kegiatan tersebut. Apalagi blusukannya lebih menggunakan cara lamanya saat mendampingi Joko Widodo (Jokowi) saat Pilgub DKI 2012, yaitu bagi-bagi kartu nama.
"Saya blusukan semau-mau saya saja, enggak pakai uang kok. Berapa yang hadir bisa dihitung pakai kartu nama," tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya menargetkan memperoleh dana Rp 50 miliar pada 16 Desember 2016.
"Kita menargetkan bapak ibu sekalian pasa tanggal 16 Desember 2016 kita menargetkan sekitar Rp 50 miliar, dan Bapak Ibu sekalian, yang memberi donasinya adalah sebanyak 100 ribu orang," katanya di tempat yang sama. (erd/erd)











































