Ini disampaikannya usai menyapa warga di Pasar Serdang, Jalan Serdang I, Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Jika tempat untuk membuat trotoar di sekitar gedung tersebut telah penuh, maka pembuatan trotoar dilakukan di tempat lain.
"Terotoar jalan, terotoar kita sudah minta kewajiban, ada kewajiban tambahan semua yang punya gedung- gedung besar, jadi sekeliling gedung itu harus wajib bikin trotoar dan dakting, kalau tempatnya sudah dipenuhin dia harus pindahkan tempat lain," jelas Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menjelaskan model trotoar yang akan dibuat seperti yang ada di kawasan Tanah Abang. Di trotoar itu nantinya setiap 30 meter akan dibuat sumur sedalam 2,8 Meter untuk penggalian kabel.
"Udah ada di Tanah Abang, tapi kita akan selesaikan yang dari Monas menuju bundaran HI. Kamu bisa lihat modelnya. Setiap 30 meter trotoar ada sumur yang kita tutup 2,8 meter. Supaya orang gali kabel bornya dari bawah, kalau enggak trotoar sudah jadi semuanya dibongkar lagi," katanya.
Dengan model trotoar seperti ini, maka trotoar tidak boleh dibongkar untuk penggalian kabel. Ahok mengatakan akan membangun 2600 kilo meter trotoar dengan model seperti ini.
"Jadi sekarang setiap 30 meter, gak ada alasan, mesin bor paling kecil itu 30 meter, kita siapin sumur. Ada orang turun 2,2 sampai 2,8 meter dalamnya. Orang mulai gali di dalam, jadi trotoar kita tidak dibongkar. Jakarta 2600 kilo meter trotoar harus dibangun. Kita sudah temukan pola ini," katanya lagi.
(erd/erd)










































