Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan, Prabowo hanya berpesan agar Jokowi memiliki visi penegakkan hukum yang equal.
"Pak Prabowo meminta hukum itu tidak tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Itu yang ditekankan, bahwa Pak Jokowi perlu menegakkan hukum secara adil dan jauh dari kriminalisasi," kata Andre saat dihubungi, Selasa (1/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre menambahkan, Prabowo menekankan agar Presiden Jokowi dan jajarannya mampu betul-betul menjadikan hukum sebagai panglima. Tak ada tebang pilih, siapa yang bersalah harus dihukum.
Termasuk untuk calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang dilaporkan ke polisi terkait dugaan penistaan agama.
"Pak Prabowo bilang ke Pak Jokowi kalau hukum itu jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, saya pikir ini sudah jelas. Ini secara makro ya, laksanakanlah proses penegakan hukum dengan adil, transparan dan akuntabel untuk siapapun, termasuk untuk Pak Ahok," paparnya.
"Jangan terkesan pemerintah melindungi seseorang. Kan terlalu tinggi masak meletakkan seseorang lebih besar dari bangsa dan negara Indonesia. Itu pesan Pak Prabowo, tetapi tidak khusus soal Ahok. Ini menjadi gambaran makro ya. Tapi kalau memahami seharusnya Pak Presiden mengerti lah," sambung Andre.
Baca Juga: Pesan Prabowo untuk Demo 4 November: Jangan Ada Upaya Pecah Belah Bangsa
Pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih dua jam. Jokowi dijamu dengan istimewa oleh Prabowo. Dia pun diajak untuk berkuda. (wsn/imk)











































