Pantauan di lokasi, para supir truk tangki ini mulai berunjuk rasa sekitar pukul 10.00 WIB di pintu masuk 3 Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Sopir truk dan serikat pekerja berorasi. Mereka mengenakan ikatan kepala berwarna merah serta membentangkan sebuah spanduk di depan pintu masuk 3 Depo Plumpang Pertamina, Jakarta Utara.
Akibat aksi ini pintu 3 Pertamina Depo Plumpang terpaksa ditutup. Truk pertamina pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beroperasi terpaksa menggunakan pintu utama. Para demonstran sesekali mereka berteriak saat truk pertamina yang beroperasi masih melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melakukan mogok hingga pihak Pertamina mengabulkan permintaan kami, saya sudah 15 tahun bekerja sebagai supir truk tangki tapi hingga kini terus tenaga kontrak," ujar Wadi, kepada detikcom di lokasi, Selasa (1/11/2016).
Adapun tuntutan para supir truk tangki tersebut yakni menghapus sistem outsourcing, bayar upah lembur di hari raya, bayarkan uang migas yang sudah dihapus perusahaan, stop intimidasi di lingkungan kerja, serta pekerjakan karyawan yang sudah diputuskan kerja secara sepihak.
Foto: Aksi Mogok Kerja Sopir Tangki Pertamina di Plumpang |
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya sudah memantau aksi tersebut. Menurutnya aksi itu diikuti oleh 20 orang sopir truk tangki dan sisanya berasal dari serikat pekerja.
"Kami sudah melakukan upaya persiapan agar aksi ini tidak mengganggu distribusi BBM di Jabodetabek," ujar Wianda.
Untuk tuntutan dari para pendemo, Pertamina sudah meminta anak perusahannya yakni PT Patraniaga untuk berkomunikasi dengan para pekerja. Menurut Wianda proses komunikasi masih berlangsung. (fjp/fjp)











































Foto: Aksi Mogok Kerja Sopir Tangki Pertamina di Plumpang