"Perputarannya diperkirakan mencapai ratusan miliar per tahun. Bahkan ada kapal yang sekali bersandar bisa mengeluarkan uang Rp 1,2 miliar untuk bongkar muat," ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes (Pol) Toga Panjaitan kepada detikcom, Selasa (1/11/2016).
Toga menjelaskan, terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Senin (31/10) kemarin, oknum Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya memungut ongkos buruh yang tidak masuk akal kepada pengusaha bongkar muat. Padahal, bongkar muat barang hampir seluruhnya menggunakan alat atau mesin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Logistic Performance Index (LPI) Indonesia sendiri terus menurun dari tahun ke tahun. Indonesia berada di urutan ke-63, di bawah Malaysia dan Singapura dan sedikit di atas Vietnam.
"Hal ini disebabkan salah satunya karena ongkos logistik yang sangat tinggi di pelabuhan," sambung Toga.
Polosi menduga, praktik pungli yang dilakukan oknum koperasi tersebut bisa berlangsung sejak lama karena ada indokasi keterlibatan oknum otoritas Pelabuhan Belawan.
"Indikasinya ke arah situ, tetapi ini masih kami kembangkan terus," pungkasnya.
(mei/fdn)










































