Yusril: Mari Jaga Demo 4 November Agar Tak Rusuh dan Merugikan Bangsa

Yusril: Mari Jaga Demo 4 November Agar Tak Rusuh dan Merugikan Bangsa

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 01 Nov 2016 10:10 WIB
Yusril: Mari Jaga Demo 4 November Agar Tak Rusuh dan Merugikan Bangsa
Ilustrasi Yusril dan Ahok (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengimbau agar para demonstran yang akan turun ke jalan pada 4 November nanti bisa menjaga situasi tetap aman. Bila demo berubah rusuh, maka kepentingan bangsa taruhannya.

"Demo besar 4 November kini tak dapat dihindari lagi. Maka saya mengajak, marilah kita sama-sama menjaga demo ini agar tidak berubah menjadi kerusuhan dan tindak kekerasan yang pasti akan merugikan kepentingan bangsa kita seluruhnya. Aparat keamanan juga harus bersikap ekstra hati-hati. Jangan sampai ada korban tertembak dalam demo ini. Ingat peristiwa 1966 dan 1998," kata Yusril dalam keterangannya, Selasa (1/11/2016).

Dia juga berharap personel keamanan yang menangani unjuk rasa nanti bisa maksimal dalam menjaga upaya kondusivitas. Demo besok disebutnya sebagai puncak kejengkelan terhadap Ahok, namun bila tak hati-hati maka aksi tersebut bisa jatuh ke tangan orang yang punya kepentingan lain selain kepentingan demonstran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun akumulasi kejengkelan ini dapat pula dimanfaatkan untuk beragam kepentingan politik sesaat yang berada di luar agenda kepentingan umat Islam," kata Yusril.

Demo itu disebutnya tak perlu dilakukan bila pemerintah bisa menegakkan hukum dengan adil. Akar masalahnya adalah Ahok yang mengutip Surat Al Maidah Ayat 51 Kitab Suci Alquran. Yusril menilai penegak hukum kurang sigap dan cenderung melindungi Ahok. Maka massa harus turun ke jalan.

"Demo besar ini tentu akan membuang banyak tenaga, waktu dan biaya. Umat Islam seperti telah kehilangan kekuatan politik yang efektif untuk mendesakkan tuntutan, kecuali dengan unjuk rasa. Energi terbuang begitu besar hanya karena menuntut agar Ahok diperiksa, ditangkap dan diadili," kata Yusril.

Dia menuntut ketegasan Presiden Jokowi menyelesaikan kasus Ahok ini. Namun sikap Ahok harus benar-benar jitu, karena bila meleset sedikit saja maka bisa dimanfaatkan calon lain yang berlaga di Pilgub DKI 2017. Sebagaimana diketahui, Ahok adalah calon gubernur petahana di Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Jika saja Presiden menggunakan kewibawaan yang ada pada dirinya, dia mengemukakan komitmen untuk menuntaskan masalah hukum terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Tentu Presiden dapat mempertimbangkan secara bijak untuk mencegah agar pemeriksaan Ahok tidak dimanfaatkan untuk menguntungkan dua pasang pesaingnya dalam Pilkada. Pilkada tetap harus dilaksanakan secara jujur dan adil bagi semua kontestan," tutur Yusril. (dnu/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads