"Kita tahu dengan bebas Visa, pergerakan manusia dengan kondisi global terus meningkat. Termasuk pergerakan manusia dari wilayah konflik yang semakin terbuka," kata Ari di kantornya, Jimbaran, Bali, Selasa (1/11/2016).
"Kami waspada sehingga orang-orang (dari wilayah konflik) datang ke Bali dan tidak melakukan hal yang tidak kita inginkan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan komunikasi imigrasi dengan masyarakat dan pihak terkait. Ari menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan perjalanan di Bali.
"Kami tidak mungkin kerja sendiri, ada tim untuk menukar informasi yang kami harapkan agar lebih aktif. Tentunya kami perlu konfirmasi juga dari pelaku wisata, jika menemukan orang asing yang diduga melakukan pelanggaran bisa kita tangani bersama," ucap Ari.
Dalam 30 hari pertama duduk sebagai Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali, Ari menyatakan fokus pada optimalisasi internal kantornya lebih dahulu. Ia juga ingin mendukung suksesnya Sidang Umum Interpol pada 7 November-10 November 2016 di Bali.
"Rencana 30 hari ke depan fokus ke dalam dulu, terutama Sidang Umum Interpol harus konsolidasi ke dalam dan memaksimalkan tenaga," kata Ari. (Hbb/Hbb)










































