Begini Kronologi Pembunuhan Sopyan yang Jasadnya Disemen di Cipayung

Begini Kronologi Pembunuhan Sopyan yang Jasadnya Disemen di Cipayung

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 01 Nov 2016 09:50 WIB
Begini Kronologi Pembunuhan Sopyan yang Jasadnya Disemen di Cipayung
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta - Sopyan Lubis (43) dihabisi nyawanya oleh sepupunya, Riko Lesmana (41) di rumah kontrakan korban di Jl Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Sopir angkot itu kemudian memutilasi lalu mengubur jasad korban dengan semen di rumah kontrakannya di Cipayung, Jakarta Timur.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pelaku membunuh korban karena kesal dikata-katai kasar.

"Pelaku diminta datang ke kosan korban, kemudian saat di TKP pelaku dan korban cekcok mulut karena pelaku minta ongkos untuk jaga di kosan korban dan ongkos pulang ke rumah korban tidak dikasih dan bahkan menurut pelaku, korban mengeluarkan kata-kata kasar yang menghina pelaku dan keluarga pelaku," terang AKBP Hendy kepada detikcom, Selasa (1/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendy mengatakan, pembunuhan itu dilakukan oleh pelaku pada Senin (24/10) sekitar pukul 07.45 WIB di kontrakan korban di Jl Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Berikut kronologi pembunuhan yang berakhir dengan mutilasi dan dikuburnya jasad korban.

Senin (24/10)

Pukul 07.40 WIB, pelaku tiba di kontrakan korban, kemudian terjadi percekcokan. Cekcok mulut dikarenakan pelaku meminta ongkos untuk jaga di kosan korban dan ongkos pulang kepada korban.

Namun korban menolak memberikan uang tersebut. Menurut pelaku, korban juga mengeluarkan perkataan kasar dan menghina keluarganya saat itu sehingga membuat pelaku emosi.

Pelaku kemudian memukul korban dengan tangan kosong. Tidak hanya itu, ia meneruskan menganiaya korban dengan memukulnya dengan potongan besi.

Setelah itu korban tidak sadarkan diri. Pelaku kemudian panik, hingga akhirnya memanggil saksi Gusfairi yang merupakan sopir taksi online untuk mengangkat jasad korban.

Kepada Gusfairi, pelaku mengaku bahwa korban sakit dan memintanya untuk membawa korban ke kontrakan pelaku di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Setelah membawa korban, saksi Gusfairi pergi melanjutkan perjalanannya. Selanjutnya, pelaku memanggil temannya Rudi Hartono untuk menggali lantai di kamar kontrakan nomor 5. Pelaku tinggal di kontrakan nomor 3.

Sementara Rudi menggali, korban dibawa pelaku ke dalam toilet wc di kontarakan pelaku dan korban di potong-potong sebanyak 13 potongan oleh pelaku agar lubang yang dibuat muat.

Setelah di potong-potong, badan korban dimasukkan ke dalam plastik dan dibawa oleh pelaku ke kontrakan samping yang sedang digali oleh Rudi. Rudi sempat kaget ketika yang akan dikubur adalah potongan mayat.

Karena merasa terlanjur, akhirnya Rudi pun membantu pelaku untuk menutupi galian dengan semen.

Minggu (30/10)

Pembunuhan ini akhirnya terbongkar setelah kakak korban yang curiga lantaran korban tidak tampak selama beberapa hari. Kakak korban kemudian menanyakan keberadaan korban kepada pelaku.

Pelaku pun akhirnya mengakui telah membunuh korban. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Cipayung dan diinterogasi. (mei/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads