Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung, Deri, mencatat 8 kali terjadi awan panas guguran.
"Untuk luncuran awan panas guguran paling jauh jarak 3 km pada pukul 06.52 WIB," kata Deri kepada detikcom, Selasa (1/11/2016).
Dia mengatakan, erupsi yang tertinggi terjadi pada pukul 07.21 WIB. Erupsi tersebut setinggi 1 km.
"Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki ke zona berbahaya yang sudah ditentukan," ujarnya.
Saat ini, Gunung Sinabung masih berstatus awas. Ribuan orang masih mengungsi di sejumlah posko yang disediakan.
(fdn/fdn)











































