Sebelum peristiwa itu menimpa Dea, warga Ngeblak desa Wijirejo Pandak Bantul ini meninggalkan rumah menggunakan sepeda mini menuju Tempat Pendidikan Alquran (TPA). Menyusuri gang kampung, Dea Syifa keluar menuju jalan raya. Namun saat itu Dea tidak naik ke jalan dan hanya menyusuri lajur tak beraspal di bahu jalan berlawanan arus.
"Korban ini bersepeda di pinggir jalan yang tidak beraspal, pas di sisi bahu jalan. Biasanya kan jalan itu ada bagian yang tidak diaspal, nah dia bersepeda di situ," kata AKP S Parmin, Kapolsek Pandak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia terjatuh ke aspal dan saat itu stoom lewat. Stoomnya sih melaju pelan tapi mungkin karena tidak bisa langsung berhenti, korban ini terlindas," katanya mengutip keterangan warga.
Dea Syifa meninggal dunia seketika menyusul luka berat di bagian kepala dan tubuhnya. Sementara, Parmanto (40) pengemudi stom walls warga Sukoreno, Sentolo Kulonprogo diamankan ke Mapolres Bantul.
Sebelum peristiwa nahas terjadi, alat berat yang biasa disebut silinder ini rencananya akan dikembalikan ke Dinas Pekerjaan Umum usai digunakan untuk perbaikan jalan Sedayu-Bantul. Namun karena peristiwa ini, stoom walls saat ini diamankan pihak kepolisian.
(dnu/dnu)











































