Kesehatan Hendra Makin Membaik
Minggu, 03 Apr 2005 17:26 WIB
Gunung Sitoli - Hendra (40), warga Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, yang ditemukan masih hidup di reruntuhan bangunan selama lima hari, semakin membaik kesehatannya. Kini, dia sudah mulai bisa bicara, meski masih diinfus.Hendra dievakuasi dari reruntuhan bangunan rumah di Jl. Diponegoro, Gunung Sitoli, Sabtu (2/4/2005) kemarin oleh Singapore Civil Defence Force (SCDF). Dia ditemukan masih hidup, meski dalam keadaan yang kurang cairan (dehidrasi). Sementara istri dan dua anaknya ditemukan tewas di reruntuhan bangunan itu.Setelah dievakuasi, Hendra kemudian dirawat di RSU Gunung Sitoli. Sehari setelah dirawat, kondisi Hendra makin membaik. Dia sudah mulai bisa bicara dengan media massa dan saudara-saudaranya yang menjenguknya. Hendra juga sudah bisa duduk, meski tetap menggunakan infus.Meski terperangkap di reruntuhan bangunan, Hendra mengalami luka yang tidak serius. Dia hanya mengalami luka lecet pada bagian punggung. Namun, Hendra mengalami dehidrasi yang parah, akibat tidak minum selama lima hari.Kepada detikcom yang menemuinya di RSU Gunung Sitoli, Jl. Dr Cipto Mangunkusono, Hendra sangat senang bisa selamat. Namun, di satu sisi, Hendra sedih, karena kedua anak dan isterinya tidak bisa terselamatkan.Kesedihan memang masih membayang di wajahnya. Apalagi bila mengingat anak sulungnya, Bina Rahayu (11), yang tertimpa reruntuhan bangunan di dekatnya. Menjelang meninggal, Bina sempat berkomunikasi dengan dirinya."Bina tidak kuat menahan rasa sakit akibat himpitan pada tubuh dan kakinya. Saya sangat sedih mendengarnya, sementara saya tidak bisa menolong dia," kata dia.Hendra juga menyampaikan, anaknya itu juga sempat dinyanyikan lagu 'Nina Bobo' sebelum meninggal. "Tapi, saya tidak bisa menyanyikannya, karena kondisi saya juga sulit," ujarnya.Hendra mengaku, dirinya bisa selamat, karena terhalang oleh loud speaker. "Loud speker itulah yang menahan puing reruntuhan sesaat gempa terjadi," kata dia.Dia berharap dirinya segera cepat pulih dan bisa bekerja lagi. "Saya banyak urusan yang harus saya selesaikan, termasuk utang-utang saya dalam bisnis," kata pemilik toko tas dan asesoris Nusantara Jaya ini.
(asy/)











































