"Saya mulai malam Jumat (3 November), saya doa dzikir sama seluruh santri saya, 4000 orang di Kaki Langit, pesantren saya," ucap Anton kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/10/2016).
Soal rencana aksi ormas Islam yang dipimpin Habib Rizieq nanti, Anton menyatakan mendukung. Namun, Anton mengimbau kepada peserta demo untuk tidak melakukan tindakan anarkis selama menyampaikan pendapatnya di muka umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton Medan juga berpesan kepada Habib Rizieq untuk mengajak peserta demo melakukan aksinya dengan damai. Anton mengaku punya kedekatan dengan Habib Rizieq saat keduanya sama-sama ditahan di Polda Metro Jaya.
"Dulu Habib Rizieq kan teman saya tahun 2000 sekian Kapoldanya Pak Makbul dia ditangkap, saya yang mohon penangguhan. 1 Juni 2008, (demo) AKBB, Munarman dengan Habib Rizieq saya yang jamin mereka itu keluar, saya yang jamin. Kan ada Allah, bukan Anton Medan yang besar," ucapnya.
"Saya ungkit ini, kenapa, apa kok berpikirnya lebih bodoh dari Anton Medan," katanya lagi.
Anton mengatakan ia akan melakukan caranya sendiri apabila demo itu berakhir rusuh. Apa itu?
"Anda jangan nanya saya. Cara saya. Yang iya saya berdoa jangan kejadian," ucapnya.
"Ya kalau saya katakan, ayo kita ini taubat bersama-sama bangun bangsa ini agar negeri ini menjadi negeri baldatun toyibatun," serunya.
Anton berharap, demo nanti berlangsung dengan tertib, jangan sampai melakukan tindakan anarkis yang justru menurutnya akan mengecilkan nilai islam.
"Di mata saya Islam itu tinggi, junjung dong. Aduh malu saya. Makanya berpolitik okelah, tapi untuk kepentingan agama. Jangan agama untuk kepentingan politik, kasihan kita umat Islam yang enggak tahu apa-apa. Saya tidak ada benci apapun," pungkasnya.
(mei/bal)











































