"(Golput) itu kerugian, di 518 kilometer garis pantai, keluarga nelayan ada di sana. Kita akan memikirkan itu," ujar Rano Karno usai menghadiri acara pengukuhan dewan pengurus ranting Partai Nasdem se-Provinsi Banten di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Senin (31/10/2016).
Menurut Rano, ancaman untuk tidak memilih bagi para nelayan pesisir utara Banten kemungkinan muncul akibat adanya kebijakan yang tidak berpihak kepada nelayan. Misalkan terkait larangan nelayan menggunakan alat tangkap cantrang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran soal golput di pesisir pantai menurut Rano berdasarkan hasil survei partisipasi pemilih di Banten. Survei menunjukkan banyaknya nelayan yang golput.
"Potensi suara pemula (juga) besar, ini harus diaktifkan, digerakkan. Caranya bagaimana? banyak. Tadi malam misalnya saya ke mal, nyanyi-nyanyi sambil makan, itu juga bagian dari strategi," tutur Rano.
Rano menegaskan, dalam visi-misinya bersama cawagub Embay Mulya Syarief juga memprioritaskan program infrastruktur, perekonomian masyarakat, pariwisata kawasan ekonomi khusus di Banten.
Sementara itu cawagub Mulya, meminta agar seluruh pemilih menggunakan haknya pada hari pemungutan suara. Kepada pemilih pemula, Mulya berpesan agar ikut serta dalam Pilkada.
"Anak-anak muda itu pemimpin masa depan, harus kita persiapan supaya tidak tercerabut dari akar budaya bangsa yang kekeluargaan, gotong royong. Anak-anak muda ini yang penting happy, ini harus kita lakukan perubahan," imbuhnya. (bri/fdn)











































