Minat Kajian Indonesia di AS Terus Menurun

Minat Kajian Indonesia di AS Terus Menurun

Eddi Santosa - detikNews
Senin, 31 Okt 2016 16:53 WIB
Minat Kajian Indonesia di AS Terus Menurun
Konsul Jenderal RI Abdulkadir Jailani/Foto: dok. KJRI New York
New York - Dalam dua dasawarsa mutakhir minat kalangan akademisi di berbagai universitas di Amerika Serikat terhadap kajian Indonesia cenderung terus menurun.

"Faktor persepsi mengenai situasi keamanan nasional mempengaruhi minat mahasiswa Amerika Serikat untuk melakukan penelitian di Indonesia," ujar Konsul Jenderal RI di New York Abdulkadir Jailani kepada detikcom Den Haag, Minggu waktu setempat atau Senin (31/10/2016) WIB.

Menurut Konjen, selain karena semakin melorotnya minat mahasiswa, penurunan juga terjadi karena prioritas anggaran pendidikan pemerintah Amerika Serikat lebih banyak dialirkan ke bidang ilmu pengetahuan alam, teknologi serta matematika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keadaan menjadi berubah, terutama dalam dua dasawarsa mutakhir minat untuk mempelajari Indonesia cenderung menurun, tapi penurunan ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, melainkan juga di Australia dan Belanda," imbuh Konjen.

Lebih lanjut Konjen mengatakan pihaknya berupaya menggairahkan kembali studi mengenai Indonesia, antara lain dengan menggandeng Cornell Indonesian Association dan Yale Indonesia Forum, yang selama ini dikenal aktif mendorong pemahaman lebih utuh di Amerika Serikat tentang Indonesia.

"Di samping itu, salah satu sasaran pelaksanaan diplomasi publik KJRI New York adalah memajukan kerjasama dengan berbagai universitas ternama di Amerika," demikian Konjen.

George McTurnan Kahin CenterFoto: dok. KJRI New York
George McTurnan Kahin Center


Sebagaimana diketahui kajian mengenai Indonesia merupakan salah satu kajian primadona di berbagai universitas terkemuka di Amerika Serikat pada kurun 1950-1960-an, khususnya di Cornell University.

Sebelumnya, Konjen menyampaikan pandangan senada pada the 15th Northeast Conference on Indonesia di Cornell University, Ithaca. Konferensi ini bukan secara kebetulan diselenggarakan di George McTurnan Kahin Center, sebab Kahin dikenal sebagai peletak dasar studi Indonesia modern.

Pada era sebelum Kahin, kajian tentang Indonesia lebih banyak didominasi oleh Leiden School, Belanda, yang menekankan pada pendekatan filologi dan indologi. Jejak Kahin selanjutnya diikuti oleh muridnya yakni Benedict "Ben" Anderson.

Membangkitkan kembali minat studi Indonesia di Kahin CenterFoto: dok. KJRI New York
Membangkitkan kembali minat studi Indonesia di Kahin Center


Anderson sangat berjasa memajukan kajian Indonesia di dunia internasional, khususnya di Amerika Serikat. Itu sebabnya konferensi mengangkat tema "In Memory of Benedict Anderson: Imagining Indonesia Across Disciplines" untuk mengenang Anderson yang belum lama berselang tutup usia di Batu, Malang (13/12/2015).

Direktur Program Studi Asia Tenggara Cornell University Dr. Koja Mc Gowan menekankan kuatnya ikatan emosional Ben Anderson dengan Indonesia, khususnya budaya Jawa. Indonesia adalah tanah air kedua bagi Anderson, yang menghabiskan sisa hidupnya sampai akhir hayatnya.

(es/fdn)


Berita Terkait