Pesan Sejuk dari Hambalang

Pesan Sejuk dari Hambalang

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 31 Okt 2016 16:38 WIB
Pesan Sejuk dari Hambalang
Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom
Jakarta - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, melahirkan pesan-pesan sejuk. Meski pernah menjadi rival di Pilpres 2014, keduanya sepakat saling membantu demi menjaga NKRI.

Banyak masalah kebangsaan yang dibahas Jokowi dan Prabowo selama dua jam. Mereka membahas mulai dari masalah bangsa, politik hingga ekonomi.

Prabowo mengaku siap memberi masukan kepada Jokowi sebagai Panglima Tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi dan Prabowo juga memberikan pesan damai untuk para pendemo yang akan beraksi pada 4 November itu. Mereka berpesan agar massa tidak melakukan aksi yang dapat memecah belah bangsa. Tokoh-tokoh agama maupun politik pun diminta berpartisipasi mendinginkan suasana dan memberikan kesejukan.



Damainya...

Berikut pesan Jokowi dan Prabowo:

'Beda Pendapat Boleh, Ujungnya Jaga NKRI'

Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom
Pertemuan Jokowi dan Prabowo menunjukkan keeratan silaturahmi.

"Saya tentunya merasa sangat dihormati, beliau datang saya ingin menyampaikan bahwa saya hubungannya baik dengan beliau. Pernah rival tapi komunikasi baik dan saya kira itu bagus dalam budaya berbangsa," kata Prabowo berbicara kepada wartawan di kediamannya, Hambalang, Senin (31/10/2016).

Prabowo menegaskan dirinya berkomitmen untuk ikut membantu pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Beda pendapat menurut Prabowo harus dimaksudkan untuk memberikan masukan positif kepada pemerintahan.

"Boleh berbeda pendapat kadang tajam, tapi di ujungnya kita punya kepentingan sama, NKRI kita ingin menjaga. Saya yakin beliau sebagai patriot ingin terbaik untuk bangsa," imbuh dia.

Sementara Jokowi mengatakan pertemuan ini merupakan wujud dari janjinya beberapa waktu lalu. Pertemuan dimanfaatkan keduanya untuk saling sumbang saran hingga berkuda bersama.

"Pertama, tadi sudah saya sampaikan pada saat saya datang 2 tahun yang lalu di Kebayoran. Saya janji saat itu akan datang di tempat tinggal Beliau di Hambalang. Hari ini saya memenuhi janji itu. Kami berbicara banyak hal, makro bangsa dan kebangsaan," ujar Jokowi.

'Dulu Rival, Kini Bahu Membahu'

Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom
Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah rival saat Pemilihan Presiden 2014 silam. Kini, keduanya ingin menunjukkan bahwa rivalitas biarlah hanya saat Pilpres.

"Rivalitas itu ada pada saat Pilpres tapi setelah itu kita bahu-membahu membangun negara dari semua sisi, mungkin 2019 ada rivalitas lagi, tapi bahu membahu lagi," kata Jokowi di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016).

Jokowi mengatakan pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi. Prabowo juga sempat memberi masukan soal kondisi ekonomi saat ini.

"Kami berbicara banyak hal, makro, bangsa dan kebangsaan. Makro politik kita, ekonomi kita. Beliau memberikan banyak sekali masukan, kita sangat menghargai," ucapnya.

Pesan Damai Demo 4 November

Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom
Prabowo berpesan agar demonstrasi Ahok pada Jumat, 4 November, dilakukan sesuai aturan. Prabowo mengingatkan agar tidak ada upaya untuk memecah-belah bangsa dalam aksi tersebut.

"Jangan sampai ada unsur yang mau memecah belah bangsa, itu yang kita jaga," kata Prabowo usai bertemu Presiden Jokowi di kediamannya, Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016).

Menurut dia, kemajemukan bangsa harus tetap dijaga. Tak boleh ada yang mempertentangkan perbedaan suku, agama dan ras. "Kita negara majemuk. Banyak suku, agama, ras. Kalau ada masalah kita selesaikan dengan sejuk dan damai," tuturnya.

Prabowo menginginkan demonstrasi berjalan tertib. Sependapat dengan Jokowi, Prabowo menyebut unjuk rasa merupakan hak konstitusional.

"Saya selalu berharap suasana baik sejuk. Bapak presiden sepintas mengatakan demo hak konstitusional. Beliau juga ingin yang baik kondusif dan itu yang kita inginkan," katanya.

Sedangkan Jokowi mengatakan dirinya ingin para tokoh di Indonesia selalu memberikan suasana sejuk bagi bangsa.

"Saya ingin tokoh-tokoh agama ikut mendinginkan suasana, memberikan kesejukan, tokoh politik juga mendinginkan suasana dan kesejukan," kata Jokowi.
Halaman 2 dari 4
(aan/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads