Arvin Bikin Ansor Tandingan, Gus Ipul Hargai Hasil Kongres

Arvin Bikin Ansor Tandingan, Gus Ipul Hargai Hasil Kongres

- detikNews
Minggu, 03 Apr 2005 16:38 WIB
Jakarta - Bayang-bayang perpecahan di tubuh GP (Gerakan Pemuda) Ansor, organisasi pemuda onderbouw NU, makin jelas. Kubu Arvin Hakim Toha mengancam akan membentuk GP Ansor tandingan. Sementara Saifullah Yusuf alis Gus Ipul menghargai hasil kongres.Perpecahan ini merupakan respons atas hasil kongres ke-13 GP Ansor yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (3/4/2005). Dalam kongres ke-13, Gus Ipul ditetapkan secara aklamasi, tanpa voting.Ancaman kubu Arvin yang akan membentuk GP Ansor tandingan ini disampaikan saat berunjuk rasa di depan ruang sidang kongres di Asrama Haji Pondok Gede. Aksi demonstrasi ini dipimpin oleh Ngatawi El Zastrouw, mantan 'ajudan' Gus Dur.Dalam demo itu, Zastrouw menyatakan, hasil kongres yang menetapkan Gus Ipul sebagai ketua umum GP Ansor 2005-2010 cacat hukum. "Kongres ini ccat hukum, karena jalannya kongres tidak demokratis," ungkap Zastrouw.Sementara Arvin yang juga ikut dalam demonstrasi itu menyatakan hal senada. "Kongres ini telah dinodai, sehingga berjalan tidak demokratis. Pemilihan ketua umum PBNU saja demokratis, kok ini onderbouw malah tidak demokratis. Kita akan membikin kongres GP Ansor luar biasa dan GP Ansor tandingan," ancam Arvin.Di saat kubu Arvin demo, massa kubu Gus Ipul juga berunjuk rasa di tempat yang tidak berjauhan. Mereka menyatakan kongres GP Ansor telah berjalan secara sah dan konstitusional. "Karena itu, kita siap melaksanakan hasil kongres," kata dia.Sementara Gus Ipul saat ditanya mengenai hasil kongres yang menetapkan dirinya sebagai ketua umum GP Ansor menyatakan, dirinya menghargai hasil kongres. "Ini hasil kongres. Karena itu, saya menghargainya," kata dia.Saat ditanya mengenai tudingan money politics yang dilakukan dirinya, Gus Ipul membantahnya. "Bolehlah mereka menuduh seperti itu. Tapi, kalau tidak percaya, tanyakan saja ke cabang atau wilayah," ungkapnya.Mengenai larangan bahwa ketua umum organisasi di bawah NU merangkap jabatan, Gus Ipul berkilah, "Yang tidak boleh itu rangkap jabatan dengan jabatan politik. Saat ini, saya tidak sedang menjabat di politik."Tentang rencana pembentukan GP Ansor tandingan oleh kubu Arvin, Gus Ipul berharap hal itu tidak terjadi. "Saya harap itu tidak terjadi, karena semua peserta kongres ini adalah kader Ansor," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait