Penampakan Eks Komandan Jihad Maluku Serahkan Senpi dan Ribuan Peluru

Penampakan Eks Komandan Jihad Maluku Serahkan Senpi dan Ribuan Peluru

Idham Kholid - detikNews
Senin, 31 Okt 2016 12:21 WIB
Penampakan Eks Komandan Jihad Maluku Serahkan Senpi dan Ribuan Peluru
Foto: Idham/detikcom
Jakarta - Jumu Tuani, Komandan Jihad Maluku kini tobat setelah terlibat aksi terorisme. Selain menyebarkan paham anti radikal, Jumu menyerahkan senjata api dan ribuan amunisi ke polisi.

Berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, penyerahan itu dilakukan di halaman Mapolres Pulau Ambon, Jalan Dr. Latumenten, Ambon, Senin (31/10/2016) sekitar pukul 09.45 WIT. Penyerahan berjalan dengan aman dan tertib.

Penyerahan ini diwakilkan oleh eks Komandan Jihad Maluku Jumu Tuani dan eks napi kasus teroris Sofyan Tsauri kepada Kapolres Pulau Ambon dan P.P Lease AKBP Harold W. Huwae.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senjata dan amunisi ini merupakan milik eks pasukan Jumu Tuani yang berhasil diupayakan oleh Jumu untuk diserahkan ke polisi. Rinciannya yaitu, 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan, 3 pucuk senjata api rakitan laras pendek. Kemudian, 1.533 butir amunisi peluru tajam berbagai kaliber, 2 buah mortir 81 mm, 155 buah dinamit rangkai/amunisi softgun, 3 kantong black powder, 10 butir amunisi kaliber 38, 62 butir amunisi peluru hampa dan 16 buah sinyal cartride (suar).
Barang bukti senjata api yang diserahkan.Foto: Idham/detikcom
Barang bukti senjata api yang diserahkan.


Jumu Tuani merupakan Komandan Jihad Maluku dan Panglima Operasi Pusat Komando Jihad Maluku (PRJM) Tahun 1999-2000, Ketua Korban Kerusuhan Muslim Maluku Tahun 1999, dan narapidana yang terlibat dalam perbantuan terorisme. Jumu Tuani telah berstatus bebas dari masa penahanan sejak awal 2016 lalu.
Ribuan peluru. Foto: Idham/detikcom
Ribuan peluru.


Dalam kesempatan terpisah, Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Irjen Pol Arief Dharmawan mengatakan hal ini merupakan salah satu keberhasilan dari program deradikalisasi BNPT kepada para mantan narapidana terorisme.
3 Kantong Black Powder.Foto: Idham/detikcom
3 Kantong Black Powder.


"Mereka dengan penuh kesadaran ingin berdakwah secara damai di tengah kemajemukan masyarakat dan ingin memajukan Maluku seperti ajaran-ajaran pendahulu mereka di Ambon yang saling toleran dan hidup berdampingan," ujarnya.

Menurut dia, tindakan Jumu merupakan contoh yang terbaik kepada mereka yang masih menyimpan senjata api dan amunisi serta bahan berbahaya lainnya untuk segera diserahkan kepada pihak Kepolisian setempat untuk menjaga situasi agar selalu kondusif dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang bernuansa SARA.

"BNPT sangat apresiasi kepada Ustadz Jumu Tuani dan kawan-kawan yang telah berupaya menciptakan situasi Ambon yang kondusif dan terhindar dari kerusuhan, apalagi adanya maraknya propaganda ISIS di Ambon," urainya. (aan/fdn)


Berita Terkait