Hanura: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bisa Mengurangi Ketegangan

Hanura: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bisa Mengurangi Ketegangan

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Senin, 31 Okt 2016 12:35 WIB
Hanura: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bisa Mengurangi Ketegangan
Foto: Rusman Jhony
Jakarta - Partai Hanura berharap banyak pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto siang ini berpengaruh baik terhadap stabilitas politik di Indonesia. Jokowi dan Prabowo dianggap figur sentral dalam proses demokrasi di Indonesia.

"Ya tentu bertemunya tokoh besar nasional seperti Pak Prabowo dengan Presiden Jokowi sangat penting sekali. Kedua tokoh ini selain memiliki segmen pendukung yang fanatik tentunya gagasan dan pemikiran satu sama lain bisa saling mengisi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa," kata Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana dalam perbincangan, Senin (31/10/2016).

Dadang menambahkan, Prabowo dan Jokowi dapat mencontohkan sikap kedewasaan dalam berpolitik. Seringkali, kata Dadang, para kader partai atau politisi pada lingkaran akar rumput terlalu bersikap emosional dalam menyikapi suatu dinamika politik yang terjadi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya pernyataan-pernyataan yang sejuk dari kedua belah pihak dapat mengurangi ketegangan di lapisan akar rumput yang seringkali memiliki respon emosional dan berlebihan perlu disejukan oleh para tokoh besar ini," ungkapnya.

Dadang kemudian mencontohkan bagaimana peran kedua tokoh ini sangat diharapkan bisa menenangkan situasi politik di Jakarta yang tengah menghangat jelang Pilkada 2017.

"Ketegangan yang terjadi di Pilkada Jakarta saya kira sudah berkembang dengan tidak sehat. Apalagi kalau sudah masuk ke wilayah SARA, sudah tidak sehat dan mengganggu keharmonisan bangsa yang plural ini," ujar Dadang.

"Jadi mudah-mudahan kalau masalah dihadapi bersama, maka mereka-mereka para penumpang gelap yang masih bermimpi buruk untuk mengganti Pancasila dan mengganggu NKRI, seperti dari kelompok idiologi transnasional, kelompok radikal, maupun ISIS tinggal gigit jari," sambung dia.

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut Jokowi dan Prabowo akan bersilaturahmi dan membahas isu-isu nasional terkini.

"Iya betul ada pertemuan (Jokowi dan Prabowo). Ini atas permintaan Istana, sebagai bentuk silaturahmi," kata Dasco saat dihubungi, Senin (31/10/2016).

Dasco menuturkan, meski bertindak sebagai oposisi, Prabowo rutin berkomunikasi dan memberi masukan kepada pemerintah. Saat ini, Prabowo juga akan menyampaikan pandangan terkait beberapa hal.

"Akan ada banyak hal yang dibicarakan terkait bangsa dan negara. Mulai dari permasalahannya dan apa solusi yang ada. Tidak ada topik khusus," ungkapnya. (wsn/imk)


Berita Terkait