Pantauan di lokasi pukul 11.00 WIB, rumah kontrakan di Jalan Kramat, RT 005/04, Setu, Cipayung, yang berwarna hijau ini sudah dipadati oleh para masyarakat sekitar. Warga memenuhi lokasi untuk melihat apa yang terjadi di lingkungannya.
Menurut ketua RT 05/4, Dalih (54) mengaku kaget terkait peristiwa ini. Warga juga mengaku tidak mengetahui jika Riko memendam jasad Sopyan di dalam kontrakan. Meskipun sebelumnya pelaku berdalih jika kontrakan yang dijadikan tempat menyimpan jasad korban akan disewa saudaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku bilangnya mau merehab kontrakan itu, makanya beli semen eh tahunya kaya gini," imbuhnya.
Sementara sekitar pukul 11.15 WIB puluhan anggota Satreskirm Polres Bekasi Kota sudah mendatangi lokasi pembongkaran di kontrakan tersebut. Saat ini polisi tengah melakukan pembongkaran yang berada di dalam rumah.
Sebelumnya, Kejadian tragis yang menimpa Sopyan Lubis (43) terjadi pada Senin (24/10/2016) di Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi. Sebelum dibunuh, korban cekcok dengan pelaku lantaran pelaku kesal karena korban meminta uang untuk ongkos pulang kepada pelaku. Korban tewas setelah dihantam dengan menggunakan potongan besi. Mengetahui korban tak bernyawa, Riko meminta bantuan Rudi untuk membawa jasad korban ke rumah kontrakannya yang berada di Cipayung Jakarta Timur. Jasad Sopyan dikubur dan disemen di dalam kontrakan pelaku tepatnya di dapur belakang.
Peristiwa ini terungkap setelah istri pelaku melaporkan ke warga sekitar jika suaminya mengubur jasad Sopyan di sebuah rumah kontrakan. Warga yang mendapat laporan tersebut langsung melapor kejadian ini ke Polsek Cipayung. (rvk/rvk)











































