"Menurut saya institusi ini penting secara emosional dan pribadi. Brimob pasukan pemukul dari militer Polri. Dibentuk jadi kepolisian yang sifatnya sipil. Namun kita pertahankan postur militer melekat pada korps Brimob karena negara masih butuh kemampuan pemukul," ujarnya mengawali cerita di lapangan Mako Brimob, Jl. Akses UI, Depok (31/10).
Dia juga menambahkan Brimob sangat dibutuhkan ketika intensitas kejahatan tinggi, kepentingan SARA, terorisme, kepentingan untuktangani kasus kejahatan yg mobilitasnya tinggi, dan penanganan penjinakan bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga bercerita pernah melakukan latihan bersama dengan anggota Brimob di hutan dan gunung. "Dua kali saya dan teman lain naik gunung, makan di ompreng, lari lintas gunung Penanggungan, sama-sama minum di sumber air, sama-sama kita makan buah buahan di tengah panasnya iklim Watukosek," ungkapnya bercerita.
Untuk kemajuan Brimob, dia mengaku sudah melakukan pengembangan terhadap kesatuan ini, khususnya soal kelengkapan senjata, struktural, dan sebentar lagi akan ada tambahan jabatan Kombes.
"Melakukan mengembangkan Brimob di Polda baru di Papua Barat, Sulbar, dan lain-lain. Saya juga minta Kakor Brimob, anggota Brimob yang berprestasi kita beri atensi," ujarnya di depan 1500 personel Brimob.
"Makanya saya dapat penghargaan ini karena saya ikut dikjur Brimob tiga bulan. Ini jadi bagian hidup dan hati saya," pungkasnya.
(fjp/fjp)











































