"Total kita semua ada 18.000 (personel), yang jelas saya mengimbau kepada masyarakat untuk tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh media-media sosial," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob, Jl. Akses UI, Depok, Jawa Barat (31/10/2016).
Tito menegaskan tak ada perintah darinya untuk melakukan tembak di tempat terhadap demonstran yang melakukan kerusuhan. Selain di depan Istana, Tito menyebut ada kemungkinan aksi juga digelar di depan Gedung DPR Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ribuan orang disebutkan akan memenuhi kawasan Istana Negara untuk meminta agar kasus dugaan penistaan agama Ahok terkait Surat Al Maidah 51 diusut tuntas. Pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar, telah menyatakan diri akan hadir dalam aksi tersebut.
"Saya sepakat dengan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Johannes Suryo Prabowo bahwa untuk menghentikan demo sebesar apapun tidak bisa dengan akal-akalan kecuali satu saja, menghilangkan penyebabnya. Dan penyebabnya adalah harus segera diproses dengan cepat seadil-adilnya skandal saudara Ahok ini," tutur Aa Gym melalui akun facebooknya seperti dilihat detikcom, Senin (31/10). (rna/fjp)











































