"Kekacauan bisa terjadi karena beberapa faktor. Faktor pendemonya sengaja lakukan aksi provokotif. Saya minta rekan-rekan (polisi) enggak terpancing. Yang akan manfaatkan terjadi bentrok perlu kita waspadai. Teman harus menyikapinya dengan kepala dingin," ujar Kapolri Tito Karnavian di atas podium ketika apel pagi di Mako Brimob, Jl. Akses UI, Depok, Jawa Barat (31/10).
Selanjutnya, dia juga mengimbau agar pasukan yang berdiri paling depan dan paling dekat dengan demonstran agar tidak membawa senjata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan bahwa aksi demonstrasi terkait pilkada adalah hal yang wajar di negara demokrasi. Untuk itu dia mengimbau agar setiap pasukan memperhatikan beberapa hal. Diantaranya persiapan fisik dan psikis, memperhatikan SOP dan yang terutama adalah kekerasan dengan peluru tajam harus dibatasi.
"Penggunaan kekerasan dengan peluru tajam harus dibatasi hanya perintah tertentu saja. Gak boleh main sendiri," ungkapnya.
Selain itu dia juga meminta agar kesatuan polri menjaga hubungan dengan TNI. "TNI satuan kawan kita. Rekan perlakukan TNI sebagai saudara, kerja bersama untuk pertahankan NKRI," tegasnya. (rvk/rvk)










































