"Saya tahu bahwa setiap RAPBD harus mendapat persetujuan DPRD, oleh karena itu saya akan berjuang sekuat tenaga agar DPRD Jakarta memberikan dukungan terhadap 10 Program Unggulan ini," ungkap Agus dalam pidato politiknya di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2016).
Menjaga hubungan yang sehat dan produktif antara gubernur dan DPRD DKI Jakarta masuk di program ke-10 Agus, yakni soal peningkatan kualitas pemerintahan dan birokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Haji Lulung, haji Lulung, haji Lulung!" teriak sejumlah pendukung Agus.
Lulung sendiri tampak berdiri dan bertepuk tangan. Mayoritas pendukung berdiri dan bersorak berama-ramai. Pernyataan Agus seperti menyentil calon gubernur DKI Jakarta incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang selama ini sering tidak harmonis dengan DPRD.
Foto: Agus Yudhoyono menyampaikan pidato politik (Ari Saputra/detikFoto) |
"Saya yakin, untuk rakyat dan Jakarta yang lebih baik, pihak eksekutif dan legislatif memiliki komitmen yang sama. DPRD adalah wakil rakyat, harus ada komunikasi yang santun," sebut Agus.
"Hidup haji Lulung, hidup haji Lulung, hidup haji Lulung," sorai pendukung Agus-Sylvi lagi.
Pada pidato politiknya itu, Agus juga mengaku tidak menyukai adanya pertentangan antar-kelas. Meski memperjuangkan kalangan miskin atau kurang mampu, ia mengaku itu bukan berarti untuk menghasut agar masyarakat miskin melawan kalangan kaya.
"Saya juga tidak anti konglomerat dan para pengusaha kaya. Mengapa? Ya, karena kita ingin di Jakarta ini investasi tumbuh dan bisnis bergerak. Kalau dunia usaha bangkit dan tumbuh baik, lapangan pekerjaan bagi rakyat akan tersedia lebih banyak. Penerimaan pajak juga akan meningkat," bebernya,
"Dengan penerimaan negara dan daerah yang meningkat kita bisa membangun infrastruktur, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, kesehatan dan lain-lain," imbuh Agus.
Untuk itu, peran dunia bisnis pun menurutnya cukup besar. Jakarta disebut Agus memerlukan para pelaku dunia usaha namun pebisnis harus mematuhi undang-undang dan aturan yang berlaku.
"Tak perlu harus melakukan suap-menyuap. Bisnisnya jangan merusak lingkungan, dan jangan korbankan rakyat demi keuntungan yang melebihi kepatutannya," tegas mantan Danyon 203/Arya Kemuning itu.
Agus dalam pidato politiknya juga menyoroti soal ketimpangan ekonomi dan kelas sosial yang masih ada di Jakarta. Pemimpin yang membiarkan keadaan seperti itu disebutnya sebagai pemimpin yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Foto: Agus Yudhoyono menyampaikan pidato politik (Ari Saputra/detikFoto) |
"Sungguh tidak baik saudara-saudara, jika di tengah gemerlapannya kota Jakarta serta kehidupan yang mewah bagi sebagian kalangan, ketimpangan di Jakarta makin menjadi-jadi," kata Agus.
Meski begitu, putera sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu membantah jika disebut hanya memperhatikan kalangan miskin saja. Agus memastikan akan memajukan dan mensejahterakan seluruh kalangan di Jakarta.
"Saya juga tahu kelompok menengah atau middle class yang jumlahnya amat banyak di Jakarta ini, perlu juga diberikan peluang untuk lebih maju lagi. Tidakkah hakikatnya pembangunan itu untuk semua? Development for all," ucap dia.
Agus berjanji jika terpilih sebagai gubernur DKI, dirinya akan memberikan pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat, serta mempermudah dan mempercepat perizinan. Termasuk perizinan bisnis dan investasi untuk mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta.
"Saya amat sada tantangan yang dihadapi gubernur Jakarta tidak ringan. Tetapi, dengan niat, semangat dan tekad yang kuat, dengan cita-cita untuk membuat Jakarta lebih maju, untuk membuat Jakarta benar-benar untuk rakyat, insya Allah, Jakarta yang lebih baik dapat kita wujudkan. A better Jakarta is possible," janji Agus.
Seperti diketahui, Ahok dan DPRD beberapa kali terlibat perseteruan. Hubungan yang tidak harmonis antara Ahok dan DPRD DKI yang paling mencolok adalah saat penyusunan RAPBD DKI tahun 2015. DPRD DKI akhirnya tidak mau mengesahkan Perda soal APBD tahun itu sehingga Ahok mengeluarkan Pergub agar APBD dapat dicairkan. (ear/hri)












































Foto: Agus Yudhoyono menyampaikan pidato politik (Ari Saputra/detikFoto)
Foto: Agus Yudhoyono menyampaikan pidato politik (Ari Saputra/detikFoto)