"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat di daerah pesisir Kendari diimbau agar tetap tenang karena gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, kepada detikcom, Minggu (30/10/2016).
Gempa tersebut berada di darat pada jarak 28 km arah barat laut Kota Kendari dengan kedalaman 10 km. Guncangan kuat dirasakan di beberapa daerah seperti Kendari, Sambuli, Lambo, Ammusu, Awoliki dan Tambua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar aktif Lawanopo.
"Sesar ini disebut Lawanopo karena jalurnya membelah dataran Lawanopo. Sesar ini masih aktif hingga sekarang dan terbukti hari ini membangkitkan gempa bumi yang mengguncang Kota Kendari dan sekitarnya," ujarnya. (rvk/erd)










































