Tinjau Pelabuhan Bima, Menhub Harap Sinergi Stakeholder Semakin Baik

Tinjau Pelabuhan Bima, Menhub Harap Sinergi Stakeholder Semakin Baik

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 30 Okt 2016 13:25 WIB
Tinjau Pelabuhan Bima, Menhub Harap Sinergi Stakeholder Semakin Baik
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/10/2016). Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Bima - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat. Menhub Budi mengatakan NTB memiliki potensi dalam hal pertanian yang dapat dibawa ke daerah lain.

"Jadi NTB ini punya hasil pertanian. Tadi saya juga lihat dari pesawat kalau di NTB ini hijau. Banyak hasil tanaman yang bisa dibawa keluar daerah," kata Budi di Pelabuhan Bima, Kota Bima, NTB, Minggu (30/10/2016).

Budi meminta agar pemerintah daerah dapat mengumpulkan barang-barang yang dapat menjadi komoditas NTB. Hal ini dibutuhkan agar tol laut yang sudah berjalan, tidak hanya membawa barang dalam satu arah yang menuju ke Pelabuhan Bima. Sehingga ada komoditas juga yang bisa dibawa keluar dari sini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Dompu Bambang M Yasin dan Wakil Wali Kota Bima Arahman Haji Abidin pun mengamini hal tersebut. "Kita di sini ada jagung, bawang merah dan kambing yang bisa menjadi komoditas. Bima dan Dompu sama-sama punya kambing sebagai komoditas," kata mereka.

"Oh kalau begitu, jadi susunya dari Dompu tapi kambingnya dari Bima saja. Biar adil," timpal Budi yang disambut tawa.

 Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/10/2016)Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/10/2016)


Pelabuhan Bima dalam pengelolaannya dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan dan Pelindo III. Menurut Budi, perlu ada peningkatan koordinasi dari pemegang kebijakan (stakeholder) agar lebih kompak dalam pelaksanaan kerja.

"Harus ada kekompakan dari stakeholder. Di sini pengelola ada 2, Pelindo dan KSOP. Nanti kita jadikan satu (koordinasi). Supaya manajemen bagus. Karena kita ingin sekali semuanya baik. Di sini kehidupan pertanian bagus, maka harus diperbaiki kita harus kompak," katanya.

Budi berharap Pelindo III mempunyai alat berat angkut (crane) sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja hingga 3 kali lipat. Ia berharap peningkatan produktivitas akan menjalankan roda perekonomian sehingga Pelabuhan Bima dapat menjadi pelabuhan multifungsi. (jbr/fdn)


Berita Terkait