"Kebahagiaan bagi Polri karena Indonesia dipercayakan menjadi tuan rumah (tahun ini). Tadi ada beberapa penampilan mudah-mudahan dapat menghibur bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian," kata Tito di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2016).
Tito menjelaskan Sidang Umum Interpol ini merupakan sidang ke-2 terbesar di dunia setelah Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu dikarenakan pada acara Sidang Umum Interpol akan dihadiri oleh seluruh polisi dari seluruh negara partisipan yang berjumlah 190 negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Tito, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi juga berkesempatan memberikan sambutan. Dia menyampaikan tantangan keamanan dunia tidak dapat diselesaikan oleh satu atau dua negara saja, tetapi juga dibutuhkan kerja sama dengan negara lain.
"Tema ini menjadi aset Indonesia untuk mencalonkan diri. Tantangan keamanan dunia tidak bisa ditanggulangi 1, atau 2 negara saja, tapi perlu melakukan kerja sama dengan negara lain," ujar Retno.
Retno menambahkan bahwa Indonesia juga sudah mengajukan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, yang artinya Indonesia turut serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
"Dengan konteks perdamaian dunia ini Indonesia juga mengajukan diri sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB, dengan mengambil tema kontribusi terhadap perdamaian dunia. Kalau kita bicara di dunia internasional maka kontribusi Indonesia untuk menjaga kemanan dunia, penegakan hukum, sangat diakui dunia," jelas Retno.
Seusai mereka memeberikan sambutan, acara ditutup oleh penampilan marching band dari Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Acara ini juga disaksikan oleh warga di sekitar area Car Free Day (CFD) yang berolahraga.
(dkp/miq)











































