Anies Cerita ke Warga Soal KIP yang Tak Boleh Disebar di Jakarta oleh Ahok

Anies Cerita ke Warga Soal KIP yang Tak Boleh Disebar di Jakarta oleh Ahok

Gibran Maulana - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2016 20:10 WIB
Anies Cerita ke Warga Soal KIP yang Tak Boleh Disebar di Jakarta oleh Ahok
Foto: Gibran Maulana/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur DKI Anies Baswedan mengunjungi warga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu, Anies bercerita tentang Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang merupakan program pemerintah pusat tidak disebar di Jakarta.

Pantauan detikcom, Anies tiba di Jalan Penganten Ali 3, RT 11, RW 06, Ciracas, Jakarta Timur, pukul 18.00 WIB. Anies langsung menunaikan salat Magrib dahulu di salah satu mushola di kawasan itu.

Usai salat, Anies membesuk dua warga yang sakit, yakni Kadir dan Haris. Anies tahu ada warga yang sakit dari laporan warga setempat. Setelah itu, Anies menyapa warga di salah satu posko dan berfoto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Foto dulu boleh Bu?" kata Anies.

Dalam kesempatan itu, beberapa ibu, yakni Rita (45) dan Nur Aini (44) mencurahkan isi hatinya kepada Anies. Mereka cerita soal biaya sekolah dan KJP.

"Pak kalau bisa dicairkan itu (dana KJP), masa kita beli sepatu mulu, barang mulu," kata Rita.

"Iya Pak, buat biaya sekolah," timpal Nur Aini.

Mendengar curhatan warga itu, Anies pun bercerita soal kenapa KIP yang merupakan program pemerintah pusat tidak disebar di Jakarta. Menurutnya, penyebaran KIP di Jakarta ditolak oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Sayang sekali, Jakarta itu dulu waktu saya menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-red) ada Kartu Indonesia Pintar yang disebar ke seluruh Indonesia, tapi tidak di Jakarta. Ini ditolak. Ini karena ditolak gubernurnya. Itu lumayan Rp 750 ribu. Ini tidak boleh karena katanya sudah ada KJP," kata Anies.

"Kalau saya jadi gubernur, akan ada KJP dan KIP, jadi warga dapat double. Ada KIP dan dapat KJP. KJP-nya tidak dihilangkan, malah ditambah. Ini gubernurnya namanya Basuki Thahaja Purnama," tambah Anies.

Padahal, lanjut Anies, dirinya sudah mengirimkan surat khusus ke Ahok agar KIP bisa disebar di Jakarta. Namun, hal itu sia-sia.

"Coba kalau itu diizinkan. Saya sudah kirim surat khusus agar diizinkan dan dijawab langsung, tidak diizinkan karena sudah ada KJP," kata Anies.

"Kan lumayan itu SMA Rp 1 juta, SMP Rp 750 ribu, SD Rp 450 ribu. Ini bukan program saya, bukan program Pak Anies, tapi Pak Jokowi," tambahnya.

Tak lama setelah bercerita dengan warga, Anies pun langsung meninggalkan lokasi.

(jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads