Di Pelabuhan Tenau NTT, Menhub Budi Karya Cek Pungli ke Penumpang

Di Pelabuhan Tenau NTT, Menhub Budi Karya Cek Pungli ke Penumpang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2016 14:36 WIB
Di Pelabuhan Tenau NTT, Menhub Budi Karya Cek Pungli ke Penumpang
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Kupang - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Tenau di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ketika tiba di pelabuhan, Menhub Budi sempat berbincang dengan warga.

Seorang wanita sempat diajaknya berbincang. Wanita bernama Teresia Olivier itu hendak kembali ke rumahnya di Pulau Leti, Maluku Barat Daya. Budi Karya menanyakan soal harga kapal tersebut.

"Harga tiket harganya Rp 30 ribu. Cuma mahalnya untuk makan dan minum. Kita harus beli sendiri. Sebotol minuman harganya Rp 20 ribu," kata Olivier di lokasi, Sabtu (29/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Olivier mengaku harus menghabiskan waktu selama 3 hari untuk menuju Pulau Leti. Olivier juga mengatakan kapalnya cukup bagus dan para awak kapalnya juga baik.

Namun, Olivier sempat mengeluhkan biaya tambahan yang sering diminta. Biasanya yang terkena sasaran ini ialah para pedagang. Terhadap hal itu pun, Budi mengatakan untuk menolak pungutan liar (pungli).

"Kalau ada orang minta-minta, jangan bolehin. Marahin saja. Sudah tidak boleh sekarang, ya," kata Budi.

Di sela waktu peninjauan tersebut, Budi sempat pula berbincang dengan seorang pria bernama Onesemos yang ternyata menjual madu. Onesemos mengaku madu yang dijualnya ialah madu asli hasil panennya di hutan. Sebotol madu yang dibawanya, dijual seharga Rp 100 ribu.

"Ini madu boleh saya beli? Sebotolnya Rp 100 ribu? Boleh kalau saya beli Rp 50 ribu?" kata Budi bercanda. Ia pun menyerahkan selembar uang pecahan Rp 100 ribu kepada Onesemos.

Secara keseluruhan, Budi mengaku senang dengan banyaknya orang yang menggunakan pelabuhan. Ia berjanji akan melakukan perbaikan jika ditemukan kekurangan dalam pelayanan di pelabuhan tersebut.

"Kita ingin NTT lebih maju. Maka kita lihat apakah pelabuhan ini sudah cukup. Kita lihat, penumpang tadi bukan orang NTT saja. Tapi dari Ambon juga ada," tutur Budi.

"Saya senang sekali, masyarakat bisa pakai kapal ini. Ini tujuan dari pemerintah wujudkan konektifitas lebih bagus. Nanti tim akan melihat. Kalau ada yang kurang, akan diperbaiki," tambahnya. (jbr/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads