Semisal yang dialami Asimah. Ibu 3 anak ini mengalami apes lantaran dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ia kehilangan ratusan celana dalam miliknya ketika dijemur di halaman depan rumahnya.
"Kalau dihitung itu mungkin ada kalo satu sak (satu karung beras). Ada kalau seratusan jumlahnya, banyak. Setiap hari hilang slewar (celana dalam)," ungkap Asima ketika dijumpai detikcom di rumah kakaknya di RT 04 RW 1 Lingkungan Lerek, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (29/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, peristiwa aneh ini tak membuatnya ujug-ujug lapor polisi, ia hanya bercerita kepada sanak saudaranya sambil menangis. Tak hanya risau dan malu, tapi ia juga sempat kehabisan uang dan meminta tolong supaya dibantu dibelikan celana dalam baru.
"Tiap beli pasti ilang pas dijemur. Sampai nangis-nangis karena gak punya uang, ya gimana uangnya buat beli celana dalam terus. Sampai saya bilang sama kakak untuk bantu belikan celana dalam," ungkapnya dengan nada aksen madura yang kental.
Kejadian serupa juga terjadi pada Liswati. Ibu muda ini juga kehilangan lusinan celana dalam nya ketika dijemur di halaman belakang rumahnya. Ia merasa aneh, lantaran tetangga lainnya juga punya kebiasaan menjemur baju di halaman depan dan belakang rumahnya. Cucian baju itu biasanya dijemur di halaman bersama kopi, hasil kebun rakyat. Tapi entah mengapa, hanya beberapa rumah tertentu yang kemalingan barang pribadi milik perempuan tersebut.
"Kebiasaan menjemur baju di luar rumah sama njemur kopi gitu atau di belakang rumah, ya sama. Tapi nggak tau kenapa yang diambil cuma dia (Asimah) sama saya aja," tutup Liswati. (fat/try)











































