Peringati Sumpah Pemuda, Gus Mus dan Puteri Indonesia 2015 Baca Puisi di Solo

Peringati Sumpah Pemuda, Gus Mus dan Puteri Indonesia 2015 Baca Puisi di Solo

Muchus Budi R. - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2016 07:17 WIB
Peringati Sumpah Pemuda, Gus Mus dan Puteri Indonesia 2015 Baca Puisi di Solo
Gus Mus (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Solo - Berbagai cara dilakukan banyak komunitas untuk merebut makna peringatan Sumpah Pemuda. Dalam 11 windu Sumpah Pemuda, sebuah hotel di Solo menggelar acara baca puisi yang menghadirkan 28 tokoh lintas profesi dan lintas usia.

Di antara yang ikut membaca puisi itu adalah KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus dan Anindya Kusuma Putri, Puteri Indonesia 2015. Acara digelar di Lobby The Sunan Hotel, Solo, Jumat (28/10/2016) sore.

Beragam kalangan diundang untuk membacakan puisi. Ada rohaniawan, pejabat BUMN, pengusaha, pengurus organisasi etnis, pengurus organisasi kepemudaan, desainer, wartawan, mantan aktivis, hingga mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Mus membacakan saya satu puisi karyanya yang berjudul, 'Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu'. Dalam puisi tersebut rohaniawan yang di dunia sastra dijuluki penyair balsem tersebut mengingatkan betapa pentingnya hidup berbangsa dengan penuh kerukunan dan toleransi. Indonesia adalah rumah bersama yang dihuni seluruh anak bangsa seperti yang menyepakati Sumpah Pemuda pada 88 tahun lalu.

General Manager The Sunan Hotel, Retno Wulandari, mengatakan sejak awal dia memang telah terobsesi untuk ikut menyemarakkan dunia sastra. Baginya membawa masuk pertunjukan sastra, seperti baca puisi, ke dalam hotel adalah salah satu terobosan dari sosialisasi karya-karya sastra dan juga memberikan pemahaman khusus bagi para tamu hotel di kota budaya seperti Solo.

"Kami merasa menemukan moment kali ini. Bertepatan dengan 88 tahun Sumpah Pemuda, kami merefleksikan nilai-nilai kesepakatan bagsa itu dalam bentuk puisi. Kami yakin akan lebih mengena. Terbukti tadi ketika Gus Mus membaca puisi, semua terkesima dan larut menirukan syair lagu di tengah puisi. Bahkan banyak yang terharu. Kami akan mencoba lagi sosialisasi puisi ini di lain waktu dengan lebih persiapan matang," ujar Retno. (mbr/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads