Kejadian itu terjadi sebelum rapat paripurna penutupan masa sidang I tahun 2016/2017 hari ini, Jumat (28/10/2016). Saat itu Sekjen Kubu PPP Arsul Sani yang bersiap untuk memasuki ruang paripurna memanggil Dimyati Natakusumah yang notabene Sekjen dari kubu Djan Faridz.
Foto: Wisnu Prasetyo/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, kubu Djan kini tengah menggugat ke Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly terkait keabsahan kepengurusan kubu Romi. Kubu Romi pun berkukuh merekalah yang berhak menjadi pengurus yang sah.
Di Pilkada DKI, perseteruan di antara dua kubu kian meruncing. Kubu Romi mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, di lain pihak kubu Djan memilih mendukung calon petahana Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.
"Langkah Djan Farid (DF) ajukan kembali permintaan pengesahan kepengurusannya hanya untuk mengganggu pencalonan Agus-Sylvi di Pilkada DKI," kata Sekjen PPP Kubu Romi Arsul Sani saat berbincang, Kamis (13/10).
Di sisi lain Kubu Djan juga mengklaim dukungannya kepada Ahok hanya semata-mata menuruti aspirasi kader PPP di DKI.
"Ini kan memilih gubernur bukan memilih imam masjid atau ketua PPP. Apalagi metropolitan. Kalau perlu PM Singapura jadi gubernur Jakarta supaya tertata rapi, dan tidak macet," tutur Dimyati, Rabu (12/10). (wsn/erd)











































Foto: Wisnu Prasetyo/detikcom