"Secara natural, pola komunikasi saya akan saya pertahankan seperti ini. Saya senang jadi diri sendiri. Jadi saya tidak lupa besok apa yang saya omongkan hari ini. Karena kalau dibuat-buat dan ada yang bilang itu bisikan dari konsultan, alhamdulillah saya tidak seperti itu," kata Agus saat diskusi tentang Sumpah Pemuda di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016).
Agus mengatakan bahwa dia memang tetap mendengarkan masukan dari banyak pihak. Tapi, dia juga memilah mana yang dijalankan dan mana yang tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mau menyiksa diri saya hanya karena Pilgub kemudian saya menyiksa, menghantam karakter sendiri dan hingga saya berproses tampil di luar diri sendiri," imbuh putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Selama ini, Agus juga termasuk aktif di media sosial. Menurutnya, cara itu juga ampuh untuk menggaet anak muda.
"Penting bagi saya untuk bisa mengajak hati dan pikiran mereka untuk memahami dan menyadari bahwa generasi muda bukan hanya berhak menentukan pilihanya di tanggal 15 Februari nanti tetapi saya mengajak mereka untuk menyadari pentingnya bersama-sama dalam langkah dan perjuangan untuk perubahan," ucap Agus.
Pria berusia 38 tahun ini juga sempat bicara soal definisi 'muda'. Agus menepis anggapan bahwa dia masih terlalu muda untuk berlaga di Pilgub DKI.
"Banyak yang mengatakan saya masih muda, padahal banyak yang lebih muda dari saya. Sehingga kalau saya dikatakan saya terlalu muda ya kurang membaca fakta berarti," pungkasnya.
(imk/bal)
