100 Ribu Warga Vatikan Berdoa untuk Paus
Minggu, 03 Apr 2005 14:10 WIB
Jakarta - Sekitar 100 ribu warga Vatikan mendoakan Paus Johanes Paulus II yang wafat, Sabtu (2/4/2005) kemarin. Mereka merasa kehilangan dengan kepergian pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu. Warga kota mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Mereka berdoa di Lapangan Saint Peter, Minggu (3/4/2005). Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun tampak berlutut di atas batu bulat. Matanya basah oleh air mata. "Saya tidak akan pernah melihatnya lagi," ujar Federico Fava. Claudia Laperna berusaha menghentikan tangis keponakannya yang berusia 6 tahun. Ia menghibur keponakannya dengan mengatakan, Paus tidak meninggalkan mereka. "Jangan khawatir, beliau hanya menutup matanya," katanya. Masih banyak lagi ungkapan warga Vatikan tentang Paus. Namun intinya, mereka sepakat Paus telah memberikan apa yang dimilikinya untuk perdamaian dunia. Paus wafat pada usia 84 tahun Sabtu, pukul 21.37 waktu setempat atau 2 bulan setelah berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya. Sebelumnya, sekitar 10 ribu orang telah berada di lapangan itu. Mereka dengan cemas menunggu perkembangan kondisi kesehatan Paus. "Saya merasa kehilangan. Saya telah kehilangan orang yang dapat mengatakan ini benar dan ini salah," ungkap Giulia (18) sambil berlinang air mata. Jawad Yassine yang mengaku sebagai perwakilan komunitas Palestina di Italia memuji Paus sebagai tokoh perdamaian. Ia mengungkapkan, warga Palestina sangat bersedih atas meninggalnya Paus. "Paus bersimpati kepada penderitaan kami. Beliau mengunjungi kami dan berkata akan berbagi penderitaan," tuturnya.
(rif/)











































